Pangkalpinang, YTKNews.id – Setelah mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS), SMP Santa Theresia melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema Bhinneka Tunggal Ika. Projek kelas 8 mengangkat topik “Satu dalam Keberagaman”. Dengan tema Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu”, proyek ini berfokus pada pembelajaran yang mengajarkan siswa untuk memahami, menerima, dan menghormati perbedaan yang ada di masyarakat. Diharapkan peserta didik dapat mengembangkan sikap toleransi, empati, dan rasa kebersamaan meskipun berasal dari berbagai latar belakang.
Kegiatan yang dilakukan selama 2 minggu ini, diantaranya membuat diagram frayer tentang keberagaman suku, agama, dan budaya, membuat drama singkat tentang toleransi, dialog interaktif bersama narasumber, kunjungan ke tempat ibadah, membuat scrapbook tentang keberagaman agama. Melalui berbagai kegiatan kreatif, mereka berhasil menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang keberagaman di Indonesia.

Pada kegiatan dialog interaktif, narasumber menyampaikan materi tentang Bhinneka Tunggal Ika dan keberagaman yang ada di daerah Bangka. Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti GOR SMP Santa Theresia. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 8 ini berhasil menciptakan ruang bagi peserta didik untuk bertukar pikiran dan memperdalam pemahaman tentang keberagaman.
Dalam rangka membentuk generasi muda yang toleran dan menghargai perbedaan, siswa kelas 8 yang berjumlah 171 orang beserta 8 orang guru pendamping melakukan kunjungan ke berbagai tempat ibadah di sekitar Kota Pangkalpinang. Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 11 Desember lalu, bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada keberagaman agama di Indonesia. Peserta didik mengunjungi enam tempat ibadah yang berbeda, yaitu GPIB Maranatha, Masjid Kubah Timah, Gereja Katedral Santo Yosef, Kelenteng Dewi Laut, Vihara Satya Dharma, dan Pura Penataran Agung. Di setiap tempat ibadah, mereka belajar tentang sejarah tempat ibadah, makna simbol-simbol yang ada di dalam tempat ibadah, dan kegiatan keagamaan yang dilakukan di tempat ibadah. Para pengurus tempat ibadah menyambut dengan hangat dan siswa sangat antusias dalam bertanya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para siswa.
“Saya senang bisa melihat langsung tempat ibadah yang berbeda-beda. Ini membuat saya semakin paham bahwa meskipun agama kita berbeda, kita tetap harus saling menghormati.” kesan Lauran,salah satu peserta didik kelas 8.
Hingga pada puncaknya, 13 Desember,gelar karya dilakukan Gelar Karya P5 di GOR SMP Santa Theresia. Gelar Karya P5 dengan tema Bhinneka Tunggal Ika bertujuan untuk memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan pemahaman mereka tentang pentingnya toleransi dan persatuan dalam keberagaman. Dalam acara ini, siswa kelas 8 menampilkan berbagai karya seni, seperti diagram frayer dan scrapbook tentang keberagaman agama, dan bahkan mereka juga menampilkan paduan suara yakni menyanyikan “Bhinneka Tunggal Ika” lagu aransemen Tim P5 kelas 8.
Kontributor: Melva H. Sibarani