Tanjung Balai Karimun, YTKNews.id— GOR Badan Perkasa Tanjung Balai Karimun mendadak berubah menjadi panggung megah penuh energi pada Sabtu, 10 Januari 2026. Sebuah kolaborasi tak biasa antara drumband siswa SMP Santo Yusup dan SMP Imanuel sukses membuka acara besar yang dihadiri hampir 3.000 umat Kristiani dari seluruh penjuru Kabupaten Tanjung Balai Karimun.
Sejak hentakan pertama stik menghantam bellyra dan trioton, suasana GOR langsung bergetar. Irama yang padu, formasi yang tertata rapi, serta gerakan penuh semangat membuat seluruh perhatian penonton tertuju pada satu titik. Decak kagum terdengar di berbagai sudut, sementara ratusan ponsel terangkat, berlomba mengabadikan momen istimewa tersebut.
Penampilan ini bukan sekadar pertunjukan seni. Lebih dari itu, kolaborasi drumband dua sekolah ini menjadi simbol persatuan, disiplin, dan dedikasi generasi muda. Perbedaan latar belakang melebur dalam satu harmoni, membuktikan bahwa kebersamaan mampu melahirkan karya yang luar biasa. Dentuman bass drum yang gagah berpadu dengan gemerincing simbal dan tiupan terompet yang lantang, menciptakan atmosfer megah yang menggugah emosi penonton.

Keistimewaan penampilan ini semakin terasa ketika diketahui bahwa seluruh persiapan hanya dilakukan dalam waktu dua bulan. Dalam durasi yang terbilang singkat, para siswa menjalani latihan intensif dengan kedisiplinan tinggi, bahkan rela mengorbankan waktu istirahat demi mencapai performa terbaik. Peluh dan rasa lelah pun terbayar lunas saat tepuk tangan panjang serta sorak kagum menggema di seluruh penjuru GOR.
Formasi demi formasi ditampilkan dengan presisi tinggi. Setiap langkah tampak terukur, setiap gerakan dilakukan dengan penuh keyakinan. Tak sedikit penonton yang terlihat terharu dan bangga, menyaksikan kualitas dan makna yang tersaji dari karya seni generasi muda.
“Gak nyangka banget, Miss. Tepuk tangan yang semeriah dan se-meledak ini baru kali pertama saya rasakan,” ungkap Vania, salah satu pemain colour guard, kepada pembina drumband usai penampilan.
Sebagai pembuka acara, kolaborasi drumband SMP Santo Yusup dan SMP Imanuel sukses menciptakan suasana penuh semangat dan sukacita. Energi positif yang terpancar terasa menular, menghidupkan rasa kebersamaan di tengah ribuan umat Kristiani yang hadir.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Tanjung Balai Karimun. Bahwa dengan kerja sama, komitmen, dan semangat pantang menyerah, keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk meraih prestasi membanggakan.
Lebih dari sekadar hiburan pembuka, penampilan tersebut layak dikenang sebagai tonggak bersejarah yang menegaskan besarnya potensi generasi muda dalam mengukir prestasi sekaligus mempererat persaudaraan melalui seni dan musik. (Tri)
Kontributor: Agnes Ramti
