Belinyu, YTKNews.id – Suasana berbeda terasa di lingkungan SMP Santo Yosef Belinyu pada Kamis dan Jumat, 26–27 Februari 2026. Selama dua hari berturut-turut, sekolah ini menggelar rangkaian kegiatan istimewa untuk memperingati Hari Valentine sekaligus Hari Imlek. Perpaduan dua perayaan tersebut menghadirkan nuansa kebersamaan yang hangat, meriah, dan penuh sukacita.
Berbagai perlombaan antar kelas menjadi pusat perhatian. Gelak tawa dan sorak sorai terdengar saat peserta didik mengikuti lomba Jepit Balon Berkelompok Putra dan Putri yang menguji kekompakan dan strategi tim. Tak kalah seru, lomba Capit Angpao dan Mencari Angpao membuat suasana semakin hidup. Tidak kalah menarik, lomba fashion show bertemakan valentine dan imlek menjadi gemuruh yang membahagiakan. Setiap kelas menunjukkan semangat kompetitif yang sehat, sekaligus mempererat kebersamaan di antara mereka.

Selain perlombaan, kegiatan Open Class menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Dalam kegiatan ini, setiap kelas membuka ruang mereka untuk dikunjungi oleh guru dan peserta didik dari kelas lain. Beragam kue dan minuman disajikan dengan kreatif dan menarik, menciptakan suasana hangat layaknya perayaan keluarga besar. Setiap kelas berusaha memberikan suguhan terbaik, sekaligus menampilkan kekompakan dan keramahan mereka dalam menyambut tamu.
Momen penuh makna juga terlihat dalam kegiatan tukar kado yang dilaksanakan di kelas masing-masing. Sederhana namun berkesan, kegiatan ini menumbuhkan rasa peduli, kebersamaan, serta kebahagiaan dalam berbagi. Senyum dan tawa menghiasi setiap sudut kelas, menandakan bahwa kebahagiaan tidak selalu harus dirayakan secara mewah.
Kegiatan peringatan Valentine dan Imlek ini memberikan dampak positif yang nyata. Bagi peserta didik, kegiatan ini melatih kerja sama, kreativitas, tanggung jawab, dan kemampuan berinteraksi dengan sesama. Mereka belajar menghargai perbedaan serta merayakan keberagaman dalam suasana yang harmonis. Sementara bagi sekolah, kegiatan ini semakin memperkuat budaya kekeluargaan dan semangat toleransi di lingkungan pendidikan.
Kepala SMP Santo Yosef Belinyu, Marcelinus Eko, mengapresiasi antusiasme seluruh warga sekolah dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan sarana pembentukan karakter. “Kami ingin peserta didik belajar bahwa kebersamaan, toleransi, dan kepedulian adalah nilai yang harus terus dipupuk. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, mereka belajar membangun relasi yang positif dan saling menghargai,” ujarnya.
Dua hari penuh warna itu pun meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga sekolah. Dari balon yang dijepit penuh semangat hingga sajian kue dan minuman yang dinikmati bersama, semuanya menjadi bagian dari cerita manis di SMP Santo Yosef Belinyu, sebuah perayaan yang bukan hanya tentang Valentine dan Imlek, tetapi tentang kebersamaan yang semakin menguatkan.
