Pangkalpinang, YTKNews.id – 31 Januari 2026 – Memasuki awal tahun 2026, semangat inovasi dan pengembangan diri terus bergelora di lingkungan pendidikan SMA Santo Yosef Pangkalpinang. Bukan hanya murid yang dituntut untuk berkembang, tetapi para tenaga pendidik pun menunjukkan komitmen luar biasa dalam meningkatkan kompetensi global mereka. Melalui program “English Fun For Teachers” (EFFT), para pendidik membuktikan bahwa penguasaan bahasa internasional adalah kunci untuk membuka cakrawala dunia. Program EFFT yang dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 15.00 hingga 16.00 WIB ini bukan sekadar kursus bahasa biasa. Ini adalah sebuah wadah transformasi di mana para pendidik dilatih untuk berani tampil, berpikir kritis, dan berbicara dengan struktur yang sistematis.
Pada pertemuan Sabtu, 24 Januari 2026, kegiatan dibuka dengan hangat oleh Ms. Enggar, dan Fokus utama hari itu adalah “My Plans to Speak English”. Saat itu, Ms. May dan Ms. Jelly, yang menjadi pembawa agenda, dan para peserta dibagi ke dalam beberapa breakout rooms. Di sana, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi langsung menyusun rencana aksi nyata tentang bagaimana mengintegrasikan bahasa Inggris dalam interaksi harian di sekolah. Strategi ini bertujuan agar atmosfer internasional dapat dirasakan oleh seluruh siswa di SMA Santo Yosef Pangkalpinang.

Menyelami Mimpi dan Visi di Akhir Januari, Menutup rangkaian bulan Januari pada Sabtu (31/01), atmosfer pertemuan terasa lebih emosional dan inspiratif dengan tema “My Future Dream”. Pertemuan yang diawali oleh Ms. Elisa dan doa pembuka oleh Ms. Wuri ini menjadi panggung bagi para guru untuk menceritakan aspirasi terdalam mereka. Dipandu oleh Ms. Natalia Dea, setiap pembicara diberikan waktu 4 menit untuk memaparkan impian mereka. Suasana virtual Zoom menjadi hidup saat satu per satu guru bercerita tentang keinginan mereka, memberikan dampak sosial yang lebih luas.

Satu hal yang membuat program ini sangat berbobot adalah penerapan sistem evaluasi yang ketat namun membangun. Setiap sesi melibatkan peran-peran penting yang dijalankan secara bergantian oleh para guru, Akurasi Waktu, Timer seperti Mr. Ongky dan Mr. Hendra bertugas memastikan setiap sesi berjalan efektif dengan indikator lampu hijau, kuning, dan merah. Dilanjiutkan dengan Kualitas Bicara, Filler Words Counter yang dijalankan oleh Mr. Hasem dan Mr. Andre memantau penggunaan kata-kata pengisi (seperti “ee”, “um”, “so”) guna melatih kefasihan dan wibawa saat berbicara.

Kehadiran pelatih utama, Mr. Carlo dan Ms. Amber, memberikan sentuhan evaluasi kelas dunia. Mereka tidak hanya memberikan kritik, tetapi juga inspirasi dan semangat (encouragement) yang membuat para pendidik merasa didukung untuk terus mencoba. Program “English Fun For Teachers” telah membuktikan bahwa pendidik SMA Santo Yosef Pangkalpinang adalah pembelajar sepanjang hayat (lifelong learners). Dengan menguasai bahasa Inggris, mereka tidak hanya mengajar mata pelajaran, tetapi juga sedang membangun jembatan bagi masa depan generasi bangsa yang lebih gemilang., tutur Maria Magdalena Erna Widiati, S.Pd. Guru Bahasa Inggris SMA Santo Yosef Pangkalpinang
Kegiatan ini dipandu oleh para koordinator dan pelatih bahasa Inggris sekolah, dengan bimbingan langsung dari Amber Katrina Pate, pendidik dan pelatih internasional yang turut memberikan umpan balik bersama Coach Amber, Coach Caroline, Coach Carlo, dan para fasilitator lainnya. Dalam suasana yang penuh semangat, para guru tampil membagikan rencana mereka tentang masa depan pendidikan, Coach Amber memberikan apresiasi atas keberanian serta keaslian ide-ide yang disampaikan oleh para pendidik.

Kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi dan penghargaan bagi pendidik dengan paling inspiratif dan lainnya. Coach Amber, Carlo, Caroline menutup pertemuan dengan pesan yang menggugah: “Great speakers are not born, they are made through courage, practice, and passion. Keep dreaming and keep speaking from your heart.” Program Fun English for Teachers merupakan bagian dari upaya berkelanjutan SMA Santo Yosef Pangkalpinang untuk membangun budaya komunikasi global di kalangan pendidik. Kegiatan ditutup tepat pukul 16.00 WIB dengan doa yang dipimpin oleh Mr. Lukas. Meskipun sesi telah usai, semangat “Sayonara” yang diteriakkan peserta menjadi sinyal bahwa mereka siap membawa energi positif ini ke dalam ruang kelas masing-masing.
Penulis : Lukas Mileniawan, S.Pd.
