Home » Mencari Tuhan di Antara Cita-Cita: Momen Haru Siswa Kelas 6 di Bawah Arahan Suster Lusi

Mencari Tuhan di Antara Cita-Cita: Momen Haru Siswa Kelas 6 di Bawah Arahan Suster Lusi

oleh Alexia Dea Ariyanti

Pangkalpinang, YTKNews.id –Di tengah padatnya persiapan ujian, siswa-siswi kelas 6 SD Santo Paulus I sejenak berhenti untuk mengisi ulang “energi” spiritual mereka. Pada Kamis, 23 April 2026, suasana tenang dan asri di Bruderan Budi Mulia menjadi saksi bisu perjalanan batin para siswa dalam kegiatan Rekoleksi.

Tahun ini, rekoleksi mengusung tema yang sangat menyentuh: “Aku Dikasihi, Berani Meraih Mimpi”. Acara ini dipandu langsung oleh Suster Lusi, yang hadir sebagai pembicara sekaligus teman curhat bagi anak-anak dalam mendalami iman dan mengenal diri sendiri.

Belajar Mencintai Diri dan Tuhan

Suster Lusi mengajak anak-anak untuk menyadari bahwa sebelum melangkah meraih mimpi yang tinggi, mereka harus merasa dicintai oleh Tuhan dan sesama. Melalui sesi doa, permainan edukatif, dan refleksi mendalam, para siswa diajak untuk melepaskan rasa takut dan menggantinya dengan keberanian.

Suasana menjadi sangat tertib dan penuh antusias ketika anak-anak mulai menuliskan harapan-harapan mereka serta merenungkan kasih sayang orang tua yang selama ini mendukung mereka.

Suara Hati Sang Siswa

Salah satu siswa mengaku merasa lebih lega dan tenang setelah mengikuti kegiatan ini.

“Tadi ada sesi merenung sambil dengerin cerita Suster Lusi, rasanya adem banget. Aku jadi sadar kalau aku nggak sendirian buat ngejar mimpi, karena ada Tuhan yang selalu kasih kasih sayang. Sekarang aku jadi lebih berani buat lanjut ke SMP nanti!” ungkapnya dengan mata berbinar.

Kebanggaan Guru Pendamping

Ibu Dwi dan Pak Herman, selaku guru kelas 6 yang setia mendampingi, merasa sangat bangga melihat perubahan sikap anak didiknya selama kegiatan berlangsung.

Kami sangat tersentuh melihat anak-anak bisa begitu tenang dan khusyuk. Di sekolah mereka mungkin terlihat lincah dan berisik, tapi di sini mereka menunjukkan kedewasaan iman yang luar biasa. Harapan kami (Bu Dwi dan Pak Herman), semoga bekal rohani ini membuat mereka menjadi pribadi yang rendah hati namun tetap tangguh meraih cita-cita, ujar mereka kompak.

Kegiatan yang berakhir siang hari ini ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap anak. Pulang dari Bruderan Budi Mulia, mereka tidak hanya membawa tas, tapi juga membawa hati yang penuh kasih dan semangat baru untuk masa depan.

 

Kontributor : Ruth

Anda mungkin juga suka