Home » Rekoleksi K3S YTK Wilayah Pangkalpinang Menyepi, Berbagi, dan Belajar Kearifan Lokal

Rekoleksi K3S YTK Wilayah Pangkalpinang Menyepi, Berbagi, dan Belajar Kearifan Lokal

oleh humas YTK

Pangkalpinang, YTKNews.id — Sebagai upaya membangun kebersamaan, memperdalam refleksi pelayanan, dan saling menguatkan dalam tugas kepemimpinan, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Yayasan Tunas Karya (YTK) Wilayah Pangkal Pinang mengadakan kegiatan rekoleksi bersama pada tanggal 15–16 Mei 2026 di Kampung Adat Gebong Memarong, Dusun Air Abik, Belinyu.

Kegiatan ini diikuti oleh 9 kepala sekolah dan 1 kepala asrama di lingkungan YTK wilayah Pangkal Pinang. Perjalanan dimulai pada Jumat, 15 Mei 2026, siang hari. Setibanya di Kampung Adat Gebong Memarong, hari sudah sore, rombongan disambut suasana alam yang asri dan tenang. Para peserta menikmati snack sambil berbincang santai bersama pemandu setempat untuk mengenal lebih dekat kawasan adat tersebut.

Sebelum memulai rangkaian rekoleksi, rombongan terlebih dahulu berziarah ke Gua Maria Pelindung Segala Bangsa di Paroki Maria Dikandung Tanpa Noda, Belinyu. Dalam suasana bulan Maria, para peserta bersama-sama mendaraskan doa rosario, memohon penyertaan Tuhan dan doa Bunda Maria dalam karya pelayanan pendidikan yang dijalankan.

Setelah ziarah, rombongan berkesempatan mengunjungi pastoran dan berbincang hangat bersama Pastor Wens, Pastor Paroki Belinyu. Percakapan berlangsung akrab dan penuh semangat persaudaraan sebelum akhirnya rombongan kembali ke Kampung Adat Gebong Memarong.

Pada malam hari, setelah makan malam bersama, diadakan sesi sharing pengalaman kepemimpinan. Setiap kepala sekolah dan kepala asrama membagikan pengalaman, tantangan, serta dinamika pelayanan yang dialami selama satu tahun terakhir di unit masing-masing.

Suasana sharing berlangsung hangat, penuh keterbukaan, dan menjadi ruang saling mendukung serta menguatkan satu sama lain dalam panggilan pelayanan di dunia pendidikan.

Keesokan harinya, setelah sarapan, para peserta diajak mengeksplorasi hasil karya kerajinan masyarakat setempat sekaligus belajar menumbuk padi secara tradisional seperti yang dilakukan oleh masyarakat Suku Mapor, suku asli di wilayah tersebut.

Melalui pengalaman ini, peserta tidak hanya menikmati kekayaan budaya lokal, tetapi juga belajar menghargai nilai-nilai kehidupan sederhana yang diwariskan turun-temurun.

Di sela-sela kegiatan, peserta juga berdiskusi bersama Mas Rahman, pemandu selama berada di Gebong Memarong, mengenai kehidupan masyarakat Suku Mapor dan berbagai kearifan lokal yang masih dijaga hingga saat ini. Diskusi tersebut membuka wawasan peserta tentang pentingnya menjaga budaya, harmoni dengan alam, dan semangat hidup bergotong royong.

Kegiatan rekoleksi di Kampung Adat Gebong Memarong diakhiri dengan sesi foto bersama di berbagai sudut kawasan wisata yang eksotik dan sarat nuansa budaya tersebut. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan pulang dan singgah makan siang bersama di Pantai Batu Bedaun sebelum kembali ke Pangkal Pinang.

Melalui kegiatan rekoleksi ini, diharapkan para kepala sekolah dan kepala asrama semakin diteguhkan dalam semangat pelayanan, kebersamaan, dan kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan, iman, dan budaya lokal. ***

Kontributor: Lidwina

Anda mungkin juga suka