Home » Demi Ini!, Guru dan Pegawai YTK Komplek Belinyu Rela Membelah Pulau Bangka

Demi Ini!, Guru dan Pegawai YTK Komplek Belinyu Rela Membelah Pulau Bangka

oleh Tarsisius Ramto Idong

Toboali, YTKNews.id – Jarak dan waktu tidak menjadi penghalang bagi para guru serta pegawai Yayasan Tunas Karya (YTK) Komplek Belinyu untuk mempererat kebersamaan. Mereka rela menempuh perjalanan panjang membelah Pulau Bangka, dari ujung utara di Belinyu hingga ujung selatan di Toboali. Perjalanan darat sejauh kurang lebih lima setengah jam ini dilakukan demi menghadiri kegiatan rekoleksi bersama yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 15–16 Mei 2026.
Kegiatan rohani ini melibatkan tiga unit sekolah sekaligus, yaitu TK Santa Agnes, SD Santa Agnes, dan SMP Santo Yosef Belinyu. Mengusung tema yang mendalam, “Dalam Kebersamaan Kita Menjadi Terang, Bukan Hanya Sebuah Profesi”, rekoleksi ini dirancang sebagai wadah bagi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk sejenak menarik diri dari rutinitas harian sekolah. Di sini, mereka diajak berefleksi dan menyegarkan kembali komitmen pelayanan mereka.


Rasa lelah sepanjang perjalanan pun terbayar lunas oleh esensi acara. Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Ajam, Pramusaji TK Santa Agnes Belinyu. “Perjalanan jauh lima jam lebih memang melelahkan, tetapi rasa lelah itu langsung hilang saat kami berkumpul bersama. Kegiatan ini sangat berharga untuk menyegarkan pikiran dan semangat kami yang setiap hari sibuk di sekolah,” ujarnya.
Setibanya di Toboali, rombongan dari Belinyu disambut oleh rintik hujan yang menyejukkan. Setelah melepas lelah sejenak di penginapan, mereka langsung bergerak menuju kompleks TK-SD Karya Toboali yang menjadi pusat kegiatan. Kehangatan dan keramahan keluarga besar YTK Toboali menyambut kedatangan mereka, lengkap dengan jamuan ringan yang mencairkan suasana sebelum memasuki ruang kelas yang telah disiapkan sebagai tempat pertemuan.
Hadir sebagai pembicara utama adalah Pastor Vikaris Paroki Toboali, Pastor Titus Bala Unagolok, SSCC. Dalam pemaparannya yang berakar kuat pada Kitab Suci, pastor muda ini mengupas tuntas makna tema rekoleksi. Beliau menekankan agar para guru dan pegawai tidak melihat pekerjaan di sekolah sekadar sebagai profesi untuk mencari nafkah, melainkan sebagai sebuah ladang pelayanan yang berlandaskan kasih Kristus.Pastor Titus juga mengajak seluruh peserta untuk menumbuhkan sikap rendah hati, mau mendengarkan serta menghargai sesama, namun tetap berani menyuarakan pendapat demi kebaikan. Menurutnya, menjadi terang bagi orang lain harus selalu dimulai dari kesadaran dan pembenahan diri sendiri.


Sinergi dan kehangatan ini juga dirasakan oleh tuan rumah. Yusuf Ngatiman, pegawai SD Karya Toboali, menyatakan kegembiraannya atas kunjungan ini. “Kami sangat bahagia bisa menyambut kehadiran saudara-saudara kami dari Belinyu. Berbagi ruang refleksi dengan mereka memotivasi kami di Toboali untuk semakin solid dan tulus dalam menjalankan tugas pelayanan ini,” ungkap Yusuf.
Tidak hanya mendengarkan ceramah, rekoleksi ini dihidupkan melalui sesi diskusi kelompok terarah yang dipandu langsung oleh Pastor Titus. Sesi ini menjadi momen intim di mana para peserta berkumpul untuk mengumpulkan kembali pengalaman suka dan duka selama beraktivitas sehari-hari di sekolah, lalu menuangkannya ke dalam presentasi kelompok. Setelah itu, rangkaian kegiatan rohani ditutup dengan Perayaan Ekaristi kudus bersama umat paroki di Gereja Katolik Toboali.
Suasana kekeluargaan semakin memuncak saat acara makan malam bersama yang dilanjutkan dengan dinamika kelompok antara Komplek YTK Belinyu dan Komplek YTK Toboali. Sesi perkenalan singkat dan permainan (games) ringan sukses mencairkan kecanggungan, menyatukan hati para pegawai dari dua ujung Pulau Bangka tersebut. Sebelum kembali ke penginapan untuk beristirahat, rombongan Belinyu sempat menyambangi Alun-Alun Kota Toboali untuk menikmati suasana malam di sana.


Memasuki hari kedua, Sabtu pagi, keceriaan berlanjut setelah rombongan melakukan check-out dari penginapan. Tujuan pertama mereka adalah Pantai Krasak. Di tepi pantai yang indah, para guru dan pegawai berbaur dalam kegembiraan murni melalui aneka games kelompok, mulai dari permainan ular memecahkan balon, tebak kata lewat gerak tubuh, hingga lomba mengumpulkan bola. Suasana riuh penuh tawa bahagia pun pecah di tepi pantai.
Bapak Omi, Pramusaji SD Santa Agnes, mengungkapkan betapa berkesannya momen kebersamaan tersebut. “Luar biasa seru! Melihat kepala sekolah, guru, dan kami para pegawai tertawa lepas tanpa sekat saat bermain games di pantai membuat rasa kekeluargaan kami semakin erat,” tutur Bapak Omi dengan wajah berseri-seri.


Menjelang makan siang, perjalanan dilanjutkan ke destinasi wisata ikonik Toboali, yaitu Batu Belimbing. Di kawasan wisata alam yang unik ini, mereka menikmati makan siang bersama. Momen ini menjadi makin mendebarkan dan seru karena diselingi dengan pembagian hadiah bagi para pemenang games pantai sebelumnya.
Rangkaian acara ditutup dengan berburu buah tangan. Bapak Johan, Pramusaji SMP Santo Yosef, menuturkan bahwa kegiatan ini memberikan energi baru untuk kembali bekerja. “Kegiatan seperti ini benar-benar memulihkan semangat. Sebelum pulang, kami juga senang bisa membeli beberapa oleh-oleh khas Toboali di sini untuk dibawa ke Belinyu. Kami pulang dengan hati yang penuh kegembiraan,” kata Bapak Johan.


Dengan tas yang penuh oleh-oleh dan hati yang diperbarui oleh semangat kasih, rombongan YTK Komplek Belinyu pun bersiap kembali menempuh perjalanan lima setengah jam pulang ke utara. Mereka membawa pulang bukan sekadar kenangan, melainkan komitmen baru untuk menjadi terang di sekolah mereka masing-masing. (Tri)

Foto: Dok. Panitia Rekoleksi Komplek YTK Belinyu

Anda mungkin juga suka