Tanjungpandan YTKNews.id – Belajar sejarah tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Sebanyak 35 siswa SD Regina Pacis Tanjungpandan merasakan pengalaman berbeda saat mengikuti Seminar Edutainment Museum 2026 bertema “Menjaga Warisan, Menghidupi Peradaban” di Museum Tanjungpandan, Kamis (23/7/2026). Melalui kegiatan ini, para siswa diajak mengenal sejarah museum sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya Belitung, khususnya alat musik tradisional gambus.
Sebanyak 33 siswa kelas IV dan dua siswa kelas V mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias didampingi Kristianus Viktor Ago Mage, S.Fil. Setibanya di museum, mereka disambut dengan Tari Mira Mira Pinang yang memperkenalkan kekayaan budaya lokal. Suasana semakin menarik ketika Kak Sofian mengajak para peserta mengenal sejarah berdirinya Museum Tanjungpandan serta perannya sebagai pusat pelestarian sejarah dan budaya Belitung.
Dalam sesi seminar, Bang Rendy menjelaskan perjalanan sejarah masuknya alat musik gambus ke Belitung serta maknanya dalam kehidupan masyarakat setempat. Sementara itu, Bapak Usni, seorang pengrajin gambus, memperkenalkan bagian-bagian alat musik tersebut, menjelaskan proses pembuatannya, sekaligus mengajarkan teknik dasar memainkannya. Kesempatan mencoba memainkan gambus secara langsung menjadi pengalaman yang paling dinantikan para siswa.
“Anak-anak harus bersyukur karena masih memiliki warisan budaya seperti gambus. Semoga semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari dan melestarikannya,” pesan Bang Rendy dan Bapak Usni kepada para peserta.
Salah seorang siswa, Mervika, mengaku memperoleh pengalaman yang berharga dari kegiatan tersebut.
“Saya mendapat pengetahuan baru. Sekarang saya tahu sejarah Museum Tanjungpandan dan bisa mengenal alat musik gambus,” ujarnya dengan antusias.
Kegiatan kemudian ditutup dengan tur edukasi bersama Kak Nanda yang mengajak para siswa mengenal koleksi satwa yang tersimpan di Museum Tanjungpandan. Melalui pengalaman belajar yang interaktif ini, para siswa tidak hanya memperoleh wawasan sejarah, tetapi juga semakin bangga terhadap identitas budaya daerahnya.
Seminar Edutainment Museum 2026 menjadi bukti bahwa museum dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus inspiratif. Dengan mengenalkan sejarah dan budaya lokal sejak usia dini, diharapkan tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga dan mewariskan kekayaan budaya Belitung kepada masa depan.
Kontributor: Viktor
