Home » Diklat PTT Angkatan VIII YTK: Perkuat Pengetahuan, Perluas Hati dalam Pelayanan

Diklat PTT Angkatan VIII YTK: Perkuat Pengetahuan, Perluas Hati dalam Pelayanan

oleh humas YTK

Pangkalpinang, YTKNews.id – Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pegawai Tidak Tetap (PTT) Angkatan ke-VIII bagi pegawai Yayasan Tunas Karya (YTK) Wilayah Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026 dilaksanakan selama tiga hari, Kamis–Sabtu (10–12 September 2026), di Gedung Pertemuan SMAK Tunas Karya Pangkalpinang. Sebanyak 53 pegawai mengikuti kegiatan ini dengan penuh kesabaran Meskipun tidak semuanya sudah saling mengenal, suasana kebersamaan dan semangat untuk belajar bersama tampak di hari pertama ini.

Diawali dengan Perayaan Ekaristi

Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi bersama yang dipimpin oleh RD. Martin da Silva. Dalam homilinya, RD. Martin mengajak para peserta Diklat merenungkan dua kata kunci yang sangat penting dalam proses belajar dan pelayanan, yakni pengetahuan dan kasih. Menurutnya, pengetahuan dan kasih bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan dua hal yang saling melengkapi dan perlu berjalan bersama.

“Kita dapat mengibaratkannya seperti dua kaki yang kita perlukan untuk berjalan. Pengetahuan adalah satu kaki, kasih adalah kaki yang lain. Kita membutuhkan keduanya. Kalau hanya memiliki pengetahuan tanpa kasih, langkah kita bisa menjadi kaku dan bahkan melukai,” ungkap RD. Martin.

Ia menegaskan bahwa Diklat bukan hanya kesempatan untuk menambah wawasan dan pengetahuan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas hati dalam menjalankan tugas dan pelayanan.

“Melalui Diklat ini kita akan belajar banyak hal. Semoga yang bertambah bukan hanya isi pengetahuan kita, tetapi juga keluasan hati kita,” katanya.

Lebih lanjut, RD. Martin mengingatkan bahwa pengetahuan membuat seseorang mampu melakukan sesuatu, sedangkan kasih menuntun seseorang untuk memahami bagaimana melakukan sesuatu demi kebaikan sesama.

Karena itu, ia mengajak para peserta untuk tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama Diklat, tetapi mengolahnya menjadi kebijaksanaan yang nyata dalam pelayanan.

“Mari kita menjadi orang-orang yang tahu banyak, tetapi juga mengasihi lebih banyak. Dengan demikian, pengetahuan yang kita peroleh dalam Diklat ini tidak berhenti sebagai informasi, tetapi sungguh menjadi kebijaksanaan yang diwujudkan dalam pelayanan,” ajaknya.

YTK Investasi pada Pengembangan SDM

Ketua Panitia sekaligus Kepala Divisi SDM dan Personalia YTK, Frans, S.Pd., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh anggaran dan biaya pelaksanaan Diklat ditanggung oleh YTK.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta kepercayaan Pengurus YTK, kerja sama para narasumber, Kepala Sekolah SMK Tunas Karya yang telah menyediakan tempat kegiatan, seluruh panitia, serta para peserta Diklat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi para pegawai, khususnya dalam meningkatkan sumber daya manusia serta mendukung terwujudnya layanan pendidikan yang semakin baik,” ungkap mantan Kepsek SMA St. Yosef Pangkalpinang.

Membangun Budaya Belajar

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua YTK, RD. Servasius Samuel menegaskan bahwa Diklat PTT merupakan bagian penting dari proses pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan YTK.

Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun budaya kerja yang semakin baik.

Menurutnya, dunia pendidikan terus mengalami perubahan. Karena itu, para guru dan seluruh pegawai YTK dituntut untuk terus belajar, membaca, memperbarui pengetahuan, dan mengembangkan diri.

“Jangan sampai kita berhenti belajar hanya karena merasa sudah memiliki pengalaman yang cukup,” pesannya.

Diklat, lanjutnya, menjadi kesempatan bagi para pegawai untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tuntutan dan perubahan di masa mendatang.

Pembinaan pegawai juga perlu dipahami sebagai sebuah proses yang berlangsung secara bertahap. Sebagian peserta telah mengikuti orientasi sebelumnya, sementara peserta lainnya melanjutkan proses pembinaan pada tahap berikutnya.

Karena itu, seluruh peserta diharapkan mengikuti Diklat dengan sungguh-sungguh, terbuka terhadap pembelajaran baru, aktif berdiskusi, serta siap menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam tugas masing-masing.

Menuju Pelayanan Pendidikan yang Semakin Baik

Melalui Diklat PTT Angkatan VIII, YTK berharap para pegawai tidak hanya semakin kompeten dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki semangat pelayanan yang semakin kuat. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia pada akhirnya diharapkan bermuara pada terwujudnya layanan pendidikan yang semakin berkualitas, adil, humanis, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik, orang tua, serta masyarakat.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti sejumlah materi dan sesi pembelajaran yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan, keterampilan, serta wawasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, para peserta diharapkan semakin siap menghadapi berbagai perubahan dalam dunia pendidikan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan YTK.

Perkenalkan Identitas dan Peraturan Kepegawaian YTK

Pada hari pertama, rangkaian Diklat diisi dengan sejumlah sesi pembelajaran yang membekali peserta dengan pemahaman mengenai identitas, spiritualitas, serta tata kelola kepegawaian di lingkungan YTK.

Sesi pertama disampaikan oleh RD. Servasius Samuel, selaku Ketua YTK. Ia memaparkan materi mengenai pengenalan profil Pengurus YTK, spiritualitas, visi dan misi, serta identitas dan nilai-nilai Katolisitas yang menjadi dasar karya YTK.

Materi ini menjadi penting bagi para pegawai untuk semakin mengenal YTK bukan hanya sebagai lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, tetapi juga sebagai karya pelayanan Gereja yang memiliki identitas dan nilai-nilai yang perlu dihidupi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Sesi berikutnya disampaikan oleh Kristiawan Wardani, selaku Sekretaris YTK sekaligus mantan Kepala Divisi SDM dan Personalia YTK. Ia membawakan materi mengenai peraturan kepegawaian di lingkungan YTK. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai berbagai ketentuan dan tata aturan yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas sebagai pegawai YTK.

Menariknya, setiap sesi pembelajaran tidak hanya diisi dengan pemaparan materi. Pada akhir setiap sesi, peserta juga mengikuti tes selama 15 menit. Tes tersebut menjadi sarana untuk mengukur sejauh mana peserta memahami materi yang telah disampaikan sekaligus mendorong peserta untuk mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh.

Dengan pola pembelajaran tersebut, Diklat tidak hanya menjadi ruang untuk menerima informasi, tetapi juga mendorong peserta untuk memahami, mengingat, dan mengolah materi yang diperoleh agar dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan di lingkungan YTK. (da silva, pr).

 

 

Anda mungkin juga suka