Pangkalpinang, YTKNews.id — Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, SMP Santa Theresia Pangkalpinang mengikuti Perayaan Ekaristi Tahun Ajaran Baru yang diselenggarakan pada 17 Juli 2026 di Gereja Santa Bernadeth Pangkalpinang. Perayaan tersebut diikuti oleh seluruh sekolah di bawah naungan Yayasan Tunas Karya wilayah Pangkalpinang.
Perayaan syukur ini menjadi momentum untuk mengawali sekaligus memperbarui semangat pelayanan para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya pada tahun ajaran yang baru.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Prof. Dr. Adrianus Sunarko, OFM, Uskup Keuskupan Pangkalpinang, bersama sejumlah imam, yakni RD. Yudi Kristianto, M.M., RD. Martinus Lejo da Silva, M.Pd., dan Romo Dr. Stefanus Hendrianus, SJ. Kehadiran Uskup bersama para imam menjadi wujud dukungan Gereja Katolik terhadap kemajuan karya pendidikan Katolik, khususnya di lingkungan Yayasan Tunas Karya Pangkalpinang.
Dalam homilinya, Romo Dr. Stefanus Hendrianus, SJ., mengajak seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik untuk menghidupi semangat persahabatan sebagai nilai dasar dalam membangun kehidupan bersama. Menurutnya, persahabatan dapat diwujudkan melalui sikap saling menghargai, saling mendukung, dan saling peduli, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Kebersamaan dalam Perayaan Ekaristi tersebut juga menjadi simbol persatuan dan kesatuan seluruh keluarga besar SMP Santa Theresia dalam menyambut tahun ajaran baru 2026/2027. Melalui perayaan ini, seluruh warga sekolah diharapkan semakin memperkuat komitmen untuk membangun budaya sekolah yang berlandaskan nilai-nilai persaudaraan, pelayanan, dan kasih.
Koordinator Pastoral SMP Santa Theresia, Andre, mengatakan bahwa perayaan syukur tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh warga sekolah untuk melakukan refleksi atas perjalanan yang telah dilalui sekaligus memperteguh komitmen dalam menjalankan karya pendidikan.
“Perayaan syukur ini mengajak kita untuk kembali berefleksi atas perjalanan yang telah kita lalui dalam membangun kehidupan bersama. Kita diajak untuk tidak melupakan tempat kita bertumbuh dan belajar bersama. Semoga momen ini juga mengajak anak-anak untuk mewujudkan nilai-nilai Katolik dalam kehidupan di sekolah maupun di tengah masyarakat,” ujar Andre.
Kontributor: Nikolaus Abimanyu
