Home » SMA Yos Sudarso Batam Gelar Workshop Implementasi Active Learning: Nyalakan Nalar, Hidupkan Kelas

SMA Yos Sudarso Batam Gelar Workshop Implementasi Active Learning: Nyalakan Nalar, Hidupkan Kelas

oleh humas YTK

Batam, YTKNews.id – SMA Yos Sudarso Batam menyelenggarakan Workshop Implementasi Active Learning selama dua hari, 27–28 Agustus 2026, di Ballroom Lantai 5. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk memperkuat kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna bagi peserta didik.

Workshop menghadirkan Bapak Khristiyono Prahoro Sakti, S.Pd., M.M., M.Biomed., sebagai narasumber bersama tim Erlangga. Seluruh guru SMA Yos Sudarso Batam mengikuti kegiatan ini dengan antusias sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.

Hari pertama workshop berlangsung pukul 09.00–15.00 WIB. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Bapak Siprianus Suryadireja, S.Ag., selaku Kepala SMA Yos Sudarso & Kadiv Kurikulum  YTK, dan dipandu oleh Dwiky Natalia, S.Pd., Gr.

Sejak sesi pembukaan, antusiasme para guru sudah terlihat. Materi yang disampaikan narasumber dikemas secara serius, namun tetap santai dan komunikatif sehingga suasana workshop terasa hangat serta mudah dipahami oleh para peserta.

“Kalau mau pembelajaran yang berkualitas, coba ajak anak-anak berpikir melalui fenomena atau objek yang memang dibutuhkan untuk menjelaskan materi. Dengan begitu, pembelajaran menjadi aktif, kolaboratif, dan bermakna,” ujar narasumber yang akrab disapa Pak Khris.

Salah satu peserta, Agnes Theresia, S.Pd., Gr., mengaku terkesan dengan cara narasumber menyampaikan materi.

“Keren sih penjelasan Bapak Khristiyono, jam terbangnya memang tidak pernah bohong,” ungkapnya.

Memasuki sesi ketiga, Pak Khris mengajak seluruh peserta merancang modul ajar Pembelajaran Mendalam secara langsung. Ia juga menegaskan bahwa pembelajaran aktif tidak selalu identik dengan aktivitas fisik, seperti bergerak ke sana kemari di dalam kelas. Pembelajaran aktif, menurutnya, terutama menekankan aktivitas berpikir yang sungguh-sungguh mengolah, memahami, dan memaknai hasil belajar.

Berbeda dengan hari pertama, kegiatan pada hari kedua berlangsung pukul 08.00–13.50 WIB dengan fokus yang lebih besar pada praktik dan diskusi kelompok. Pada sesi pertama, sejumlah guru mempresentasikan modul ajar yang telah dirancang bersama komunitas belajar (kombel) masing-masing.

Kesempatan presentasi kali ini dipercayakan kepada kombel Agama yang diwakili oleh Antonius Elvansyah, S.Fil., serta kombel Sejarah yang diwakili oleh Petrus Henry, S.Pd.

Sesi kedua dan ketiga kemudian mengangkat topik Tes Kemampuan Akademik (TKA), dengan penekanan pada penyusunan soal yang berorientasi pada Higher Order Thinking Skills (HOTS). Para guru diajak memahami proses penyusunan soal TKA secara bertahap, mulai dari menentukan stimulus hingga merancang tingkat kesulitan soal dari level 1 sampai level 3.

Sebagai penutup rangkaian praktik, hasil rancangan soal dipresentasikan oleh empat perwakilan kombel, yakni Ademas Tri Nugraha, S.Pd., Gr. dari kombel Olahraga; Mustika Darma Sinaga, S.Pd., Gr. dari kombel Ekonomi; Sarah Yane Irene, S.Pd., Gr. dari kombel Kimia; serta Sikto Widi Asta, M.Pd., Gr. dari kombel Fisika.

Masing-masing perwakilan memaparkan proses penyusunan soal beserta pertimbangan dalam menentukan tingkat kesulitannya di hadapan seluruh peserta.

Rangkaian Workshop Implementasi Active Learning resmi ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan tim Erlangga.

Melalui workshop ini, SMA Yos Sudarso Batam berharap seluruh guru semakin siap menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya aktif dan kolaboratif, tetapi juga sungguh bermakna bagi setiap peserta didik.

Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama dua hari diharapkan dapat segera diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Dengan demikian, semangat active learning tidak berhenti di ruang workshop, tetapi benar-benar hidup di dalam kelas dan membawa dampak positif bagi proses belajar peserta didik.

Kontributor: Sabrini Gabriela Pasaribu, S.S.

 

Anda mungkin juga suka