Home » Arti Kemenangan Tanpa Sorak Sorai : Kisah Tiga Anak SMP Santo Hillarius Parittiga yang Membanggakan

Arti Kemenangan Tanpa Sorak Sorai : Kisah Tiga Anak SMP Santo Hillarius Parittiga yang Membanggakan

oleh humas YTK

PARITTIGA, YTKNEWS.ID – Tidak semua kemenangan dirayakan dengan sorak sorai yang riuh. Di sebuah sudut di Parittiga, Bangka Barat, kemenangan itu dirayakan dengan cara yang lebih hening—sebuah piagam yang dilaminasi rapi, ditaruh di atas meja belajar, dan terwujudnya kebanggaan orang tua. Itulah yang terjadi pada tiga siswa SMP St. Hilarius Parittiga pekan lalu.

Jelhsen Biquel, Justicya Giselle, dan Marry Chrisella. Tiga nama, tiga cerita, tapi satu sekolah yang sama. Pada tahun 2026 ini, mereka kompak membawa pulang gelar juara dari tingkat Kabupaten Bangka Barat. Jelhsen menjadi Juara I Olimpiade Sains Nasional (OSN) IPS, Justicya meraih Juara III OSN IPS, dan Marry meraih Juara III Ilustrasi di Festival dan Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N).

“Saya sempat minder lihat peserta lain dari sekolah kota. Soalnya banyak. Tapi guru saya bilang, ‘Jangan lawan banyaknya, lawanmu adalah dirimu sendiri, kemarin’,” kenang Jelhsen Biquel, peraih Juara I OSN IPS yang diselenggarakan 11 Juni lalu. Baginya, juara bukan soal mengalahkan orang lain, melainkan soal menaklukkan rasa ragu di dalam diri.

Cerita berbeda datang dari Justicya Giselle. Juara III OSN IPS ini mengaku tidak menargetkan juara sama sekali. “Awalnya cuma mau coba. Kalau gagal ya sudah, dapat pengalaman. Waktu diumumkan Juara III, saya terharu. Bukan karena juaranya saja, tapi karena merasa itu melampaui target saya,” ujarnya lirih.

Lalu ada Marry Chrisella, si paling seni di antara ketiganya. Di tengah teman-temannya yang sibuk menghafal tanggal dan peta untuk OSN, Marry memilih bercerita lewat goresan pensil warna. Ia meraih Juara III Ilustrasi FLS3N yang digelar 11–13 Mei 2026. “Orang pikir ilustrasi cuma gambar cantik. Padahal buat saya itu semacam cara untuk membebaskan diri,” kata Marry.

Tiga piagam yang ditandatangani oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Bangka Barat, Teni Wahyuni, S.E., kini saling berdampingan di dinding SMP St. Hilarius. Tidak sekadar kertas yang diberikan, namun pengingat bahwa dari sekolah kecil di Parittiga, mimpi-mimpi besar masih sangat mungkin tumbuh. Mereka tidak hanya membawa pulang juara, mereka juga membawa pulang sebuah harapan. Dan mungkin, itulah makna juara yang sesungguhnya.

Kontributor: Chris Bombo

 

Anda mungkin juga suka