Home » BIAS di SD Santo Paulus 1 Pangkalpinang: Jaga Kesehatan Anak melalui Imunisasi Campak dan HPV

BIAS di SD Santo Paulus 1 Pangkalpinang: Jaga Kesehatan Anak melalui Imunisasi Campak dan HPV

oleh humas YTK

Pangkalpinang, YTKNews.id— SD Santo Paulus 1 Pangkalpinang kembali berpartisipasi dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan oleh Puskesmas Selindung pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan kesehatan kepada anak usia sekolah melalui pemberian imunisasi sesuai dengan kelompok usia dan kebutuhannya.

Pelaksanaan BIAS diawali dengan skrining kesehatan terhadap siswa. Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan sederhana, seperti mengukur suhu tubuh dan menanyakan kondisi kesehatan anak, termasuk memastikan apakah siswa mengalami sakit dalam satu minggu terakhir.

Skrining dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan siswa sebelum imunisasi diberikan. Sebelumnya, pihak sekolah juga telah membagikan formulir persetujuan kepada orang tua/wali murid terkait kesediaan anak mengikuti kegiatan imunisasi. Dengan demikian, orang tua turut berperan dalam memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan anak sebelum imunisasi dilaksanakan.

Pada kegiatan kali ini, terdapat dua jenis imunisasi yang diberikan. Imunisasi campak diberikan kepada siswa kelas 1, sedangkan vaksin HPV diberikan kepada siswi kelas 5.

Vaksin HPV diberikan kepada anak perempuan sebagai salah satu upaya pencegahan infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker leher rahim atau kanker serviks di kemudian hari. Sementara itu, imunisasi campak merupakan bagian dari rangkaian imunisasi yang telah diberikan sejak usia dini dan dilanjutkan melalui program BIAS bagi anak usia sekolah, termasuk siswa kelas 1 sekolah dasar.

Menurut M. Fachri Ridho, A.Md.Kep., pelaksanaan kegiatan BIAS di SD Santo Paulus 1 Pangkalpinang berjalan dengan lancar. Anak-anak juga menunjukkan sikap kooperatif selama proses pemeriksaan dan imunisasi.

“Kegiatan hari ini berjalan lancar dan anak-anak kooperatif. Hanya ada satu anak yang menangis karena takut jarum. Namanya juga anak-anak. Bulan depan kami akan kembali berkunjung untuk melakukan vaksinasi bagi anak yang sebelumnya masih demam, setelah kondisinya memungkinkan,” ungkapnya.

Beberapa siswa yang saat skrining diketahui mengalami demam tidak langsung diberikan vaksin. Mereka akan mengikuti pelaksanaan imunisasi pada bulan berikutnya setelah kondisi kesehatan mereka memungkinkan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pertimbangan petugas kesehatan sebelum imunisasi diberikan.

Kegiatan BIAS tidak hanya menjadi bagian dari program kesehatan di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bentuk sinergi antara sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam mendukung kesehatan anak. Melalui pemberian imunisasi sesuai dengan ketentuan dan kelompok usia, diharapkan siswa SD Santo Paulus 1 Pangkalpinang memperoleh perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi sehingga dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Kontributor: Shasa Apriva Rustam

Anda mungkin juga suka