PARITTIGA, YTKNEWS.ID — Keceriaan selalu mewarnai lapangan SD Hilarius setiap Kamis pagi. Usai membakar semangat lewat senam bersama, seluruh murid tak beranjak dari tempatnya. Mereka antusias menantikan agenda rutin yang paling ditunggu-tunggu: Panggung Pentas Kelas.
Pekan ini (27/08/2026), giliran lima murid kelas 3A—Gloria, Silvi, Queenessa, Valerie, dan Vioreen yang mencuri perhatian. Kelimanya tampil percaya diri membawakan tarian daerah Ampar-ampar Pisang secara kompak dengan menggunakan properti tongkat di hadapan teman-teman dan guru.
Penampilan yang menarik ini rupanya berawal dari materi pelajaran di kelas. Wali kelas 3A, Ita, menceritakan bahwa ide ini muncul secara alami saat pembelajaran berlangsung. “Kebetulan kami kelas 3A sedang mempelajari lagu Ampar-ampar Pisang, jadi kepikiran untuk pentas lagu tersebut. Kami lalu berdiskusi di kelas dengan anak-anak untuk mencari gerakan yang mudah dipahami,” ujar Ita. Meski persiapannya tergolong singkat, Ita terus memberikan suntikan semangat. “Latihan dilakukan satu hari sebelum pentas. Selama proses latihan, saya selalu berikan semangat supaya anak-anak dapat menampilkan yang terbaik untuk kelas,” tambahnya.
Keterbatasan waktu latihan juga dirasakan oleh para penari. Gloria mengakui bahwa persiapan mereka cukup mendadak. Namun, hal itu tak mematahkan semangat mereka. “Perasaanku lega karena telah selesai menari,” tutur Gloria. “Latihannya hanya sehari. Jadi persiapannya agak mendadak, tetapi rasanya tetap menyenangkan karena teman-teman juga kompak serta ibu guru sangat mendukung.”, tambahnya.
Penggunaan properti tongkat yang diketukkan sesuai irama lagu menjadi daya tarik tersendiri dari tarian kelas 3A ini. Bagi para murid, memainkan tongkat sambil menari bukanlah sebuah beban, melainkan pengalaman yang seru. Silvi membagikan keseruannya saat tampil di lapangan. “Rasanya tidak ada yang sulit untuk dilakukan, terasa menyenangkan karena memainkan tongkat sambil mendengarkan iringan musik,” ungkap Silvi dengan penuh semangat.
Gelak tawa dan tepuk tangan meriah yang memenuhi lapangan SD Hilarius pagi itu menjadi bukti sukses keberanian lima murid kelas 3A. Melalui panggung sederhana ini, anak-anak tidak hanya belajar mengekspresikan seni dan mencintai budaya daerah, tetapi juga memupuk rasa percaya diri serta kekompakan sejak dini.
Kontributor: Lea Wulan
