BATAM,YTKNEWS.ID – Pagi itu langkah-langkah kecil dengan penuh semangat menuju gedung biru kuning khas sekolah Yayasan Tunas Karya. Bau cat dan koridor yang bersih menjadi gambaran awal buat mereka. Mereka adalah siswa dan siswi baru di SMP Yos Sudarso II Batam, yang akan menjadi penghuni baru di sana. Terlihat dari wajah mereka ada yang antusias, penasaran, bahkan terlihat juga ada yang masih sedikit canggung ketika bertemu para guru, karyawan dan teman-teman lainnya.
Bagi para siswa-siswi itu, gedung baru SMP Yos Sudarso II itu bukanlah gedung sekolah semata. Di tempat inilah mereka akan memulai langkah pertama mereka untuk bertemu teman-teman baru, memulai mencoba hal-hal baru dan menarik, menemukan bakat, menghadapi tantangan yang baru sebagai pelajar putih biru, dan mereka pun perlahan akan menuliskan cerita masa SMP mereka, dimulai hari ini.
“Gedung Baru, Semangat Baru”, begitulah kira-kira tema SMP Yos Sudarso II Batam menyambut para siswa-siswinya dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027. Sebuah awal yang sederhana namun memiliki pesan bahwa MPLS kali ini tidak hanya memperkenalkan dan memberikan fasilitas serta gedung anyar. Di balik antusiasme menempati fasilitas anyar ini, Ibu Molina, sang Kepala SMP Yos Sudarso II ini menyisipkan pesan filosofis yang mendalam bagi siswa-siswinya:
“Gedung kita mungkin masih semi-permanen dan sederhana, tetapi semangat, mimpi, dan karakter belajar kalian harus tetap permanen dan luar biasa. Kehebatan sebuah sekolah bukan diukur dari megahnya dinding atau mewahnya bangunan, melainkan dari besarnya rasa ingin tahu, kerja keras, dan kebersamaan orang-orang di dalamnya.”
Pada akhir pidatonya pagi di bulan Juli itu, Ibu Molina berpesan bahwa: “Mari kita buktikan bahwa dari fasilitas yang sederhana ini, akan lahir karya-karya dan prestasi yang luar biasa.”
Semangat baru itu terpancar jelas dari raut wajah para peserta didik baru, salah satunya Margaretha Pricilla Siagian. Siswi kelas VII St. Camilus yang akrab disapa Margaretha ini mengaku sangat bahagia bisa memulakan perjalanan jenjang SMP-nya di gedung anyar bersama teman-teman baru.
Dari seluruh rangkaian MPLS, Margaretha menuturkan bahwa agenda pengenalan OSIS, ekstrakurikuler, serta panggung penampilan bakat menjadi momen yang paling seru dan berkesan baginya. Kegembiraan selama MPLS tersebut kini menjadi bahan bakar awal bagi Margaretha untuk merajut impiannya di SMP Yos Sudarso II.
“Target dan impian saya selama menjadi siswi di sini adalah ingin menjadi murid teladan, belajar dengan giat, serta bisa meraih juara kelas dan juara umum,” ungkap Margaretha penuh optimisme.
Langkah Pertama: Mengenal Sekolah, Menemukan Kebersamaan
Perjalanan siswa-siswi baru ini telah dimulai bahkan sebelum rangkaian MPLS berlangsung. Pada hari Jumat pagi tepatnya pada tanggal 17 Juli lalu, kegiatan Pra-MPLS menjadi kesempatan pertama bagi para siswa untuk mengenal lingkungan sekolah. Mereka mulai beradaptasi dengan suasana baru, serta mulai membuka lembaran perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar SMP Yos Sudarso II Batam.
Mereka tidak hanya bertemu di Pra-MPLS saja. Pertemuan mereka berikutnya berlangsung pada 20–23 Juli 2026 dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS). MPLS sekolah ini dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan pengenalan sekolah. Berbagai kegiatan dikemas secara interaktif. Para siswa diajak mengenal lebih dekat ruang dan fasilitas sekolah melalui school tour, memahami lingkungan belajar mereka, serta mengenal berbagai kegiatan yang dapat menjadi ruang untuk mengembangkan minat dan bakat. Bagian pengenalan ekstrakurikuler, dan anggota OSIS menjadi spot yang tak bisa dilewatkan. Hal ini diupayakan agar para siswa baru ini benar-benar memilih ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Hari itu mereka duduk di koridor memerhatikan dengan sungguh-sungguh semua ekskul dan kakak-kakak kelas yang menjadi bagian anggota OSIS tahun yang lalu.
Akhirnya, dari satu kegiatan ke kegiatan berikutnya, para siswa perlahan tidak lagi menjadi orang asing di lingkungan SMP Yos Sudarso II ini. Mereka mulai mengenal nama-nama teman, menyapa para guru, dan menemukan bahwa sekolah mereka yang baru ini bukan sekadar tempat untuk belajar, tetapi juga tempat untuk tumbuh bersama.
MPLS pun menjadi langkah pertama untuk membangun sebuah ikatan sederhana namun penting: rasa memiliki terhadap sekolah.
Kontributor: Florensia Marselli Kidi, S. Pd.
