Home » Jago Menghitung dan Piawai Mendongeng Sekaligus, Xavier Xaverius Salim dari SMP Santa Theresia Ukir Prestasi

Jago Menghitung dan Piawai Mendongeng Sekaligus, Xavier Xaverius Salim dari SMP Santa Theresia Ukir Prestasi

oleh Marcelina Sandra

Pangkalpinang, YTKNews.id — Memiliki bakat di bidang akademik sekaligus unggul di bidang seni menjadi keistimewaan tersendiri. Xavier Xaverius Salim, siswa kelas 8 SMP Santa Theresia, membuktikan bahwa prestasi dapat diraih dengan memiliki hati yang kuat dan keberanian untuk mencoba.

Remaja kelahiran Pangkal Pinang, 3 Maret 2012 ini baru saja memborong tiga gelar juara sekaligus pada tahun 2025. Xavier meraih Juara 3 LKS Yayasan Tunas Karya Bidang Matematika, Juara 2 LKS2 Yayasan Tunas Karya Bidang Mendongeng, serta Juara 2 Lomba Dongeng Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di ruang kelas, ia pun konsisten mempertahankan peringkat tiga besar.

Kemampuan unik Xavier berakar dari kebiasaan masa kecilnya. Di bidang mendongeng, ia tumbuh dengan rutinitas mendengarkan cerita pengantar tidur dari orang tuanya.

“Saat masih kecil, setiap hari orang tua membacakan dongeng. Jika tidak diceritakan, saya tidak bisa tidur. Kebiasaan ini membuat saya berani bercerita di depan umum sejak TK,” kenang Xavier.

Sementara di sisi akademik, Xavier mencintai pelajaran matematika karena kecenderungannya yang lebih menyukai tantangan logika dibandingkan hafalan. “Saya pribadi yang kurang suka hafalan, jadi saya merasa lebih tertantang di bidang Matematika,” tambahnya.

Tantangan terbesar yang dihadapi Xavier adalah jadwal kompetisi yang berdekatan. Ia mengakui persiapan sempat terasa kurang maksimal karena harus membagi fokus antara dua lomba yang berbeda genre tersebut. Namun, berkat ketenangannya, ia berhasil melewati masa-masa tersebut.

Kunci keberhasilan Xavier terletak pada kedisiplinan penggunaan gawai. Di rumah, ia menerapkan aturan ketat untuk dirinya sendiri.

“Saya mengurangi waktu bermain handphone. Saya harus meminta izin Papa dan Mama untuk menggunakan handphone, itu pun hanya untuk keperluan mengerjakan tugas sekolah atau belajar,” tegasnya.

Kesuksesan Xavier tidak lepas dari “pembagian tugas” kedua orang tuanya. Sang ayah berperan sebagai mentor matematika yang rutin memberikan latihan soal, sementara sang ibu menjadi pelatih mendongeng yang membantu menyusun naskah cerita dan mengevaluasi penampilan Xavier saat latihan.

Kini, Xavier membidik target yang lebih tinggi, yakni menembus prestasi tingkat nasional melalui ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN).

Bagi teman-teman yang sedang berjuang, Xavier menekankan bahwa hasil akhir bukanlah segalanya.

“Kuatkanlah hatimu karena hal yang terpenting kamu sudah mencoba. Yang paling bernilai saat lomba adalah proses dari perjuangan itu sendiri, karena dari situlah kamu memperoleh pengalaman berharga,” tutupnya.

 

Kontributor: Alexander

Anda mungkin juga suka