Home » Di Luar Ekspetasi, Guru dan Karyawan SMP Santa Theresia Lakukan “Penyegaran” Bersama

Di Luar Ekspetasi, Guru dan Karyawan SMP Santa Theresia Lakukan “Penyegaran” Bersama

oleh Marcelina Sandra

Pangkalpinang, YTKNews.id — Ada pemandangan yang sedikit berbeda di ruang pertemuan SMP Santa Theresia Pangkal Pinang pada 27 Februari yang lalu. Tidak ada ketegangan layaknya rapat formal; yang terdengar justru tawa renyah dan gumaman kalimat-kalimat dalam Bahasa Inggris yang sesekali tersendat, namun penuh semangat. Lantas, ada kegiatan apa ya?

Siang menjelang sore itu, para guru dan tenaga kependidikan berkumpul untuk satu tujuan, yakni menyegarkan kembali kemampuan berbahasa Inggris mereka. Langkah ini merupakan tahap awal sebelum sekolah secara resmi menerapkan program English Day menuju sistem belajar bilingual. Suasana dibuat seakrab mungkin. Semua peserta duduk melingkar, menciptakan ruang komunikasi yang setara tanpa sekat. Di tangan masing-masing, terselip sebuah booklet (buku saku): “Daily English for Teacher” yang telah disusun khusus untuk menjadi panduan praktis selama sesi penyegaran berlangsung.

 

Stefanus Prima Nugroho, guru Bahasa Inggris SMP Santa Theresia yang bertindak sebagai tutor, membuka sesi dengan penjelasan singkat dan santai. Tak lama kemudian para peserta diminta langsung mempraktikkan percakapan, baik secara berpasangan maupun dalam kelompok besar.

“Kami ingin suasana belajarnya mengalir saja, seperti ngobrol-ngobrol ketika sedang santai. Ternyata, ketika rasa takut salah itu hilang, teman-teman guru justru sangat ekspresif,” ujar tutor yang biasa disapa “Sir Prim” ini.

Sisi manusiawi muncul di sela-sela praktik percakapan. Momen-momen lucu tak terelakkan ketika lidah terasa “kelu” saat mencoba melafalkan kata-kata tertentu. Ada yang terbata-bata, tetapi banyak pula yang justru memberikan kejutan dengan melakukan improvisasi di luar teks panduan.

 

Ketidakhadiran rasa takut salah inilah yang membuat suasana menjadi sangat hidup. Bagi para guru dan tenaga kependidikan, kegiatan ini terasa menyegarkan karena keluar dari rutinitas harian yang padat. Ada rasa senang yang terpancar karena mereka belajar hal baru bersama rekan sejawat dalam atmosfer yang mendukung.

Kegiatan ini bukanlah yang terakhir. Pihak sekolah merencanakan beberapa pertemuan serupa sebagai ajang pemanasan. Tujuannya jelas: membangun kepercayaan diri seluruh guru dan staf sebelum English Day resmi diluncurkan setiap hari Jumat sesuai kesepakatan bersama.

“Awalnya sempat grogi, tapi karena semuanya duduk melingkar dan saling mendukung, jadi seru. Malah jadi ketawa-ketawa sendiri kalau ada pelafalan yang lucu. Rasanya menyenangkan sekali belajar bersama-sama.” ungkap salah satu perwakilan guru, mengungkapkan kegembiraannya atas inisiatif ini.

Melalui persiapan sederhana dan penuh kegembiraan ini, SMP Santa Theresia ingin menunjukkan bahwa belajar bahasa bukan sekadar soal tata bahasa, melainkan soal keberanian untuk berkomunikasi dan membuka diri terhadap tantangan global.

 

Kontributor: Lidwina

 

Anda mungkin juga suka