Home » Taklukkan Senior hingga Bangkit dari Cedera, Kenzie Chastin Liem dari SMP Santa Theresia Berhasil Sabet Emas

Taklukkan Senior hingga Bangkit dari Cedera, Kenzie Chastin Liem dari SMP Santa Theresia Berhasil Sabet Emas

oleh Marcelina Sandra

Pangkalpinang, YTKNews.id — Di balik wajah tenangnya, Kenzie Chastin Liem menyimpan semangat petarung yang menyala. Siswa kelas 9 SMP Santa Theresia ini baru saja menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet Juara 1 Kategori Kyorugi dalam ajang bergengsi Kejuaraan Provinsi Babel Challenge 3.

Lahir di Pangkal Pinang pada 29 November 2010, Kenzie berhasil membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Kemenangannya kali ini terasa sangat spesial karena ia harus berhadapan dengan lawan-lawan yang notabene adalah seniornya sendiri.

“Ini adalah pencapaian yang cukup besar dan kejutan yang tidak saya sangka, karena lawan-lawan saya adalah senior saya sendiri. Pastinya saya sangat bangga bisa melihat orang tua tersenyum bangga,” ungkap Kenzie, sapaan akrabnya.

Kecintaan Kenzie pada Taekwondo tidak muncul secara instan. Berawal 3,5 tahun yang lalu, ia memulainya hanya dengan niat mengisi kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Namun, seiring berjalannya waktu, ia menemukan kenyamanan dan mulai menekuni seni bela diri ini secara serius.

Di balik medali emas yang diraih, terdapat jadwal latihan yang sangat padat. Kenzie menjalani latihan fisik hampir setiap hari. Pada Rabu dan Jumat sore, ia berlatih di sekolah. Malam harinya, Senin hingga Jumat, ia melanjutkan latihan tambahan di Polsek Taman Sari hingga pukul 21.30 WIB. Bahkan, Sabtu pagi pun ia dedikasikan untuk berlatih.

“Minggu adalah satu-satunya hari saya istirahat,” jelasnya.

Perjalanan Kenzie tidak selalu mulus. Ia pernah menelan pil pahit saat kalah pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Kota Pangkal Pinang, di mana ia hanya meraih Juara 3 dan mengalami cedera kaki kanan.

Namun, Kenzie menolak untuk menyerah. Dukungan penuh orang tua menjadi bahan bakar utamanya untuk bangkit. Ia memilih berlatih lebih keras dari sebelumnya.

“Jika merasa jenuh di tengah persiapan, biasanya saya mengajak teman untuk berlatih bersama supaya semangat kembali dan bisa berlatih maksimal,” ujarnya.

Konsekuensi dari ambisinya adalah waktu tidur yang berkurang dan waktu bermain yang sangat terbatas.

“Bagi saya, latihan lebih penting daripada harus keluar main. Saat kejuaraan, saya pasti memprioritaskan latihan,” tegas Kenzie.

Meski demikian, Kenzie tetaplah remaja yang butuh melepas penat. Uniknya, cara Kenzie melakukan healing atau melepas stres adalah dengan mendaki bukit (hiking) bersama teman-temannya atau sekadar bersantai di warung kopi.

Kenzie terus bertekad mempertahankan gelar juaranya dengan meningkatkan kedisiplinan. Kepada teman-teman seusianya ia berpesan agar sebagai anak muda untuk terus berani mencoba walau pernah gagal dan tidak berhenti berusaha karena hasil atau prestasi tidak bisa diraih dengan cara instan.

“Jangan takut untuk memulai atau takut gagal, karena tidak ada hasil yang instan. Kegagalan adalah kunci keberhasilan, tergantung apakah kamu mau mengubah pola pikir menjadi lebih berani. Jangan takut lawannya siapapun, hadapi dulu,” pungkas Kenzie penuh semangat.

 

Kontributor: Alexander

Anda mungkin juga suka