Home » Menghidupkan Semangat Paskah Melalui Kasih dan Tradisi Nganggung di Sekolah Maria Goretti

Menghidupkan Semangat Paskah Melalui Kasih dan Tradisi Nganggung di Sekolah Maria Goretti

oleh fristytarigan

Sungailiat, YTKNews.id – Lapangan SMP Maria Goretti Sungailiat berubah menjadi panggung sukacita yang luar biasa pada Kamis, 23 April 2026. Dengan mengusung tema “Kristus yang Bangkit Hadir dalam Setiap Makhluk dan Melingkupinya dengan Kasih Sayang”, seluruh komunitas sekolah dari jenjang TK, SD, hingga SMP melebur dalam satu energi kebangkitan yang menghangatkan jiwa.

Gema doa pembukaan oleh Sr. Bernadetta menandai dimulainya perayaan. Suasana semakin inspiratif saat Ferdinandus Andry Setyawan, S.E., Kepala SMP Maria Goretti, menyampaikan sambutannya. Beliau memaparkan makna mendalam bahwa komunitas Maria Goretti adalah sebuah “rumah kasih” yang hidup. “Paskah tahun ini mengajak kita menyadari bahwa kebangkitan Kristus hadir melalui tangan-tangan kita yang mau merawat alam, mencintai sesama, dan menjaga harmoni antar makhluk hidup,” pesannya dengan penuh penekanan.

semarak paskah bersama komunitas Maria Goretti

Meskipun hujan sempat turun menyapa di awal acara, rintik-rintik tersebut seolah menjadi “hujan berkat” yang justru menyejukkan lapangan. Pemandangan kian indah dengan gradasi warna busana siswa: biru ceria dari TK, merah semangat dari SD, dan putih suci dari SMP, menciptakan mosaik keberagaman yang padu. Acara semakin semarak dengan kehadiran duet MC, Ibu Feni dan Miss Siwi. Mengenakan gaun putih yang cantik dan anggun, keduanya tampil begitu interaktif dan memukau sehingga membuat suasana tetap hidup dan memikat perhatian seluruh siswa yang hadir.

Rangkaian acara seni diawali dengan kolaborasi puisi dari Amella (SMP) dan Marcella (SD) dalam membawakan puisi bertema “Kasih yang Bangkit dan Hidup”, berhasil menyentuh hati para penonton. Acara berikutnya menjadi momen yang paling dinanti saat anak-anak TK tampil di panggung. Penampilan mereka dengan busana butterfly (kupu-kupu) sukses menyedot perhatian penonton. Gerakan tarian  yang lincah dan lucu benar-benar memukau siapa pun yang memandang.

Rangkaian acara paskah komunitas

Daya tarik lainnya adalah pertunjukan panggung boneka yang diperankan oleh beberapa siswa SMP dengan menghadirkan boneka mungil sebagai tokohnya. Enam tokoh boneka tersebut menghadirkan kisah tentang pengampunan. Narasi yang dibawakan oleh Gisel, siswi SMP Maria Goretti yang dikenal memiliki suara emas, berhasil menghidupkan karakter Sheila yang dengan tulus memaafkan kejahilan Toni. Dengan pembawaannya yang interaktif, ia berhasil membawa penonton masuk ke dalam alur cerita. Kemeriahan berlanjut dengan penampilan solo dari Kei Ashana Lie, siswi kelas 3 yang mampu mengheningkan lapangan dengan suara merdunya saat melantunkan lagu “Above All”.

Ketenangan itu seketika berubah menjadi keriuhan positif saat musik Flash Mob menghentak. Aksi beberapa siswa SMP yang turun ke tengah lapangan seolah menjadi magnet yang kuat. Mereka mampu menyedot siswa lainnya untuk ikut bergabung. Di bawah komando MC yang energik, lapangan SMP Maria Goretti pun dipenuhi ratusan siswa yang menari bersama dalam keselarasan yang luar biasa.

Budaya nganggung yang hangat akan kebersamaan

Sebelum mengakhiri kebersamaan, acara ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Seran Tahuk, S.Ag., selaku guru SMP Maria Goretti. Usai doa, acara dilanjutkan dengan sesi Nganggung. Sajian dulang yang disiapkan oleh paguyuban kelas dari ketiga jenjang menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua.

Perayaan acara pun diakhiri dengan pembagian bingkisan Paskah yang disambut sorak-sorai para siswa. Melalui kemegahan acara ini, komunitas Maria Goretti Sungailiat kembali menegaskan pesan utamanya bahwa semangat Paskah bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah aksi nyata untuk memeluk alam semesta dengan ketulusan kasih sayang.

Kontributor: Ida Hastuti

Anda mungkin juga suka