Toboali, YTKNews.id — Dalam rangka mematangkan persiapan akreditasi perpustakaan sekolah, pustakawan SD Karya Toboali mengikuti kegiatan In House Training (IHT) yang digelar secara daring via Zoom Meeting pada Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh SD Karya ini menghadirkan narasumber berkompeten, Stefani Indah C.H., yang merupakan pustakawan berpengalaman dari SMP Santa Theresia.
Pelatihan intensif ini mengupas tuntas berbagai komponen penting dalam persiapan akreditasi perpustakaan sekolah. Beberapa materi krusial yang disampaikan meliputi: Administrasi & Dokumentasi: Penyusunan laporan kegiatan perpustakaan yang wajib dilengkapi dengan dokumentasi foto yang valid, Informasi & Publikasi: Pengelolaan papan pengumuman secara berkala serta penyebaran daftar buku baru kepada warga sekolah, Media Promosi: Pembuatan brosur dan poster digital, hingga optimalisasi pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi perpustakaan kekinian, dan Kegiatan Literasi Pendukung: Strategi pelaksanaan agenda kreatif seperti perlombaan, pameran buku, hingga acara jumpa pengarang atau penulis.

Sebanyak 9 peserta yang merupakan pustakawan sekolah di wilayah Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, turut ambil bagian dalam IHT ini. Sepanjang sesi, para peserta tampak antusias menyimak materi dan aktif berdiskusi mengenai strategi jitu untuk mendongkrak kualitas layanan agar memenuhi standar akreditasi nasional.
Kepala SD Karya Toboali, Ibu Agnes Anjelia, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini. Menurutnya, IHT seperti ini sangat berdampak positif dalam meningkatkan kompetensi para pustakawan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pustakawan dapat semakin memahami instrumen persiapan akreditasi dengan baik. Dengan begitu, kualitas layanan perpustakaan di sekolah akan terus meningkat dan mampu menjadi pilar utama dalam mendukung budaya literasi siswa,” ungkap Ibu Agnes.
Lewat pembekalan IHT ini, perpustakaan sekolah di wilayah Toboali diharapkan tidak hanya siap menghadapi proses penilaian akreditasi, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi pusat literasi yang aktif, kreatif, dan inovatif di lingkungan sekolah. (Tri)
Penulis: Vinsensia
