Batam, YTKNews.id. – Memaknai masa Prapaskah tidak hanya sebatas praktik berpantang dan berpuasa secara pribadi, tetapi juga tentang menghadirkan kasih nyata bagi sesama. Semangat inilah yang melatarbelakangi Tim Pastoral SMA Yos Sudarso Batam dalam menyelenggarakan program tahunan Bakti Sosial (Baksos), yang mencapai puncaknya pada Hari Raya Paskah. Tahun ini terasa semakin istimewa karena kegiatan tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga orangtua dan guru sebagai Panitia inti. Kolaborasi tiga pilar sekolah ini menghadirkan semangat baru gotong royong lintas generasi dalam mewujudkan sukacita Paskah melalui aksi nyata berbagi.

Bakti sosial ke Pulau Nipah
Selama 40 hari masa Prapaskah, suasana sekolah terasa berbeda. Para siswa dengan penuh antusias menyisihkan sebagian uang saku mereka melalui kolekte Aksi Puasa Pembangunan (APP), sekaligus membawa bantuan sembako berupa beras dan minyak goreng. Gerakan ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter untuk menumbuhkan empati dan solidaritas sejak dini.
Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi erat tiga pilar utama sekolah yaitu siswa, orang tua, dan guru. Keterlibatan mereka tidak hanya sebatas memberikan donasi, tetapi juga terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pengumpulan, pendataan, penghitungan dan pengemasan dan pendistribusian.

Bakti sosial ke Pulau Cakang
Dari semangat gotong royong tersebut, Tim Pastoral berhasil mengumpulkan sebanyak 794 paket sembako. Setiap paket masing-masing berisi kebutuhan pokok beras 5 kg dan minyak goreng 2 liter. Bantuan kemudian didistribusikan pada 18 April 2026 ke sejumlah wilayah di Batam dan sekitarnya, antara lain Paroki Tembesi, Bengkong, Batu Aji, Tiban, Kabil, hingga masyarakat di Pulau Todak, Teluk Nipah, dan Cakang.
Juli Hartono Lingga, S.Fil., sebagai ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai empati dan solidaritas kepada siswa sekaligus mengajak seluruh warga sekolah memaknai Paskah sebagai momentum berbagi harapan, “Kami ingin para siswa memahami bahwa momen paskah ini membawa harapan baru, dan harapan itu dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan,” ungkapnya. “Dengan aksi ini, diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menghadirkan kebahagiaan dalam perayaan Paskah bersama keluarga,” tambahnya.

Bakti sosial di Pulau Todak
Bakti Sosial tahun ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter di SMA Yos Sudarso Batam tidak berhenti di ruang kelas. Nilai-nilai tersebut tumbuh dan berkembang melalui aksi nyata, ketika siswa, orangtua, dan guru bergandengan tangan menghadirkan harapan bagi sesama yang membutuhkan. (dn)
Kontributor : Evan Budi Wahono, S.Pd.
