Home » “Anak Belajar Sendiri Tidak Cukup?” SD Santu Yusuf Karimun Ajak Orang Tua Lebih Hadir Dampingi Persiapan TKA

“Anak Belajar Sendiri Tidak Cukup?” SD Santu Yusuf Karimun Ajak Orang Tua Lebih Hadir Dampingi Persiapan TKA

oleh TK SD ST YUSUF

Tanjung Balai Karimun, YTKNews.id — SD Santu Yusuf Karimun telah melaksanakan kegiatan parenting bagi orang tua peserta didik sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi anak menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 6 November 2025 pukul 10.00 WIB di Ruang Pertemuan SD Santu Yusuf. 

Dalam kegiatan tersebut, Kepala SD Santu Yusuf, Benediktus Slamet, S.S. menyoroti masih rendahnya semangat sebagian peserta didik dalam mempersiapkan diri menghadapi TKA. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga dengan pembentukan karakter tanggung jawab sejak dini.

“Anak-anak perlu belajar bertanggung jawab terhadap proses belajar mereka sendiri. Jika sejak kecil dibiasakan disiplin dan sadar akan kewajiban belajar, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan akademik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu masalah yang sering terjadi di rumah ialah orang tua hanya meminta anak belajar tanpa benar-benar mendampingi. Tidak sedikit anak yang masuk kamar dengan alasan belajar, namun perhatian mereka justru teralihkan oleh gawai atau hal lain yang kurang mendukung proses belajar.

Melalui kegiatan parenting ini, sekolah mengajak orang tua untuk lebih hadir secara emosional dalam mendampingi anak. Kehadiran sederhana, seperti duduk menemani saat anak belajar, dinilai dapat memberikan rasa nyaman, dihargai, dan diperhatikan.

“Orang tua tidak harus selalu mengajari materi pelajaran. Kadang cukup menemani saja, anak sudah merasa didukung,” tambahnya.

Selain itu, sekolah juga memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan orang tua di rumah untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak menjelang TKA.

Dalam aspek literasi, orang tua dianjurkan membiasakan anak membaca buku selama 15 menit sebelum tidur, menyediakan sudut baca sederhana di rumah, serta mengajak anak menceritakan kembali isi bacaan mereka. Kebiasaan kecil tersebut diyakini mampu membantu meningkatkan pemahaman membaca dan kemampuan berpikir anak secara bertahap.

Sementara dalam aspek numerasi, orang tua dapat melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari seperti menghitung total belanja, memahami uang kembalian, hingga membagi tugas rumah bersama saudara. Cara sederhana tersebut dinilai efektif untuk melatih kemampuan berhitung dan pemecahan masalah dalam kehidupan nyata.

Menurut Benediktus Slamet, keberhasilan peserta didik dalam menghadapi TKA tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah ataupun orang tua saja. Dibutuhkan kerja sama yang seimbang antara keduanya agar anak memperoleh dukungan akademik sekaligus emosional.

Melalui kegiatan parenting ini, SD Santu Yusuf berharap para orang tua semakin menyadari bahwa keberhasilan anak bukan hanya soal nilai akhir, tetapi juga tentang bagaimana anak bertumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan percaya diri dalam proses belajarnya. 

Penulis : Josephine Gita Nawan Duhita, S.Pd.

Anda mungkin juga suka