Home ยป “Drake” Persembahan Lulusan SMP Santa Maria Mentok Ini mengalahkan Dracin dan Drakor

“Drake” Persembahan Lulusan SMP Santa Maria Mentok Ini mengalahkan Dracin dan Drakor

oleh Suwito

Mentok,YTKNews.id–Setelah prosesi formal kelulusan selesai dilaksanakan pada Selasa sore hingga malam tanggal 2 Juni 2026, suasana di Rumah Kebun, Mentok, langsung berubah meriah. Memasuki sesi hiburan, panggung dibuka dengan penampilan penuh semangat dari adik-adik kelas yang menyuguhkan berbagai pertunjukan seni sebagai bentuk persembahan serta salam perpisahan untuk kakak kelas mereka. Namun, yang menjadi sajian utama dan paling dinantikan malam itu adalah pertunjukan drama musikal (Drake) dari siswa-siswi kelas IX.

Peran Emak Dempu

Pertunjukan ini menjadi sangat istimewa karena merupakan persembahan terakhir dari angkatan 2025/2026 sebelum mereka resmi meninggalkan bangku SMP. Sebanyak 30 siswa terlibat aktif dan bahu-membahu di atas panggung, di mana seluruh pemain musik, tim properti, hingga para aktornya murni digerakkan oleh siswa kelas IX sendiri. Siapa sangka, di balik penampilannya yang luar biasa dan begitu matang, drama musikal ini rupanya hanya dipersiapkan melalui proses latihan singkat selama satu minggu saja.

Tim Orches

Drake sendiri dalam Bahasa Melayu Mentok berarti durhaka. Konsep Sendrasik (Seni drama dan musik) pementasan yang megah ini digarap langsung oleh Riko Zulkarnain selaku guru Seni Budaya SMP Santa Maria Mentok. Di bawah arahannya, mereka mengangkat kisah legenda lokal Bangka Barat yang sangat populer, yaitu asal-usul Batu Balai. Melalui karakter utama bernama Dempu Awang, seorang anak yang sukses merantau namun berujung durhaka karena melupakan kampung halaman serta ibu kandungnya, panggung sandiwara malam itu berhasil menguras emosi para penonton yang hadir lewat iringan orkes Melayu yang mendayu.

 

Salah satu siswa kelas IX yang terlibat, Malvin, mengungkapkan rasa haru dan kepuasannya setelah turun dari panggung. Ia mengaku sangat bangga bisa menyelesaikan pertunjukan ini dengan sukses bersama teman-temannya sebagai kado perpisahan yang manis untuk sekolah. “Ini adalah persembahan terakhir kami untuk sekolah, dan kami sangat bangga bisa memberikan yang terbaik walau persiapannya singkat,” ungkap Malvin.

 

Di balik kesederhanaan tata panggung, drama ini menyimpan pesan mendalam yang sengaja ditujukan bagi para lulusan. Pesan moral dari kisah Dempu Awang tersebut menyiratkan harapan besar agar seluruh alumni SMP Santa Maria Mentok kelak tidak pernah lupa pada budi kedua orang tua, tetap mencintai almamater tercinta, dan selalu menjaga akar budayanya di mana pun mereka melangkah dan meraih kesuksesan di masa depan.

 

“Drake mengalahkan dracin dan drakor!” pungkas salah satu orang tua siswa.

Anda mungkin juga suka