Mentok, YTKNews.id–Lima hari penuh perjuangan, tawa, dan keringat akhirnya mencapai puncaknya! Jumat kemarin menjadi saksi bisu runtuhnya rasa canggung di antara 46 Sanmar Muda kelas 7. Hari penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Santa Maria Mentok berubah total menjadi sebuah festival seni dan malam penganugerahan yang sukses mengaduk-aduk emosi seluruh peserta, guru, hingga panitia OSIS.
Tidak ada lagi wajah tegang seperti hari pertama. Yang ada hanyalah lapangan yang “pecah” oleh gemuruh kreativitas dan sorak-sorai kebersamaan.
Sebelum pesta dimulai, para siswa diajak untuk membumi terlebih dahulu melalui kegiatan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). Dengan penuh semangat, Sanmar Muda melakukan aksi nyata merawat lingkungan sekolah yang asri. Ini menjadi bukti bahwa siswa SMP Santa Maria tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang peduli pada kelestarian bumi.
Memasuki acara inti, suasana mendadak riuh saat Pentas Seni (Pensi) dimulai. Ini adalah momen yang paling ditunggu-tunggu. Tiap-tiap kelompok tampil tanpa beban dan penuh percaya diri.

Siapa sangka, hanya dalam waktu persiapan yang singkat di sela-sela materi MPLS, mereka mampu menyuguhkan penampilan yang sangat kreatif. Mulai dari drama musikal mini yang mengocok perut, tarian modern yang kompak, hingga vokal grup yang harmonis. Lapangan SMP Santa Maria benar-benar diguncang oleh bakat-bakat terpendam angkatan baru ini. Kakak-kakak OSIS dan para guru dibuat takjub dan tak henti memberikan standing ovation.
Ketegangan kembali memuncak saat panitia mengumumkan Penganugerahan Apresiasi. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghargaan setinggi-tingginya bagi para peserta dan kelompok yang menunjukkan progres luar biasa, kedisiplinan, kekompakan, dan kreativitas tertinggi selama lima hari MPLS.
Sorak kemenangan bergemuruh dari kelompok yang berhasil membawa pulang penghargaan, sementara pelukan hangat saling berbalas di antara para siswa. Beberapa siswa tampak berkaca-kaca menahan rasa haru bahagia. Momen ini menjadi bukti bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil.
Kepala SMP Santa Maria juga mengungkapkan rasa harunya pada OSIS karena sudah sukses dengan mandiri dan kolaboratif mensukseskan MPLS ini.
“Saya bangga dengan OSIS yang sudah bekerja sama dan sangat inovatif dan merangkul adik-adik kelas dengan baik. Ini adalah sejarah yang bagus untuk sekolah kita,” pungkas Letisia Pare, Kepala SMP Santa Maria.
Acara ditutup secara resmi dengan pelepasan tanda peserta MPLS secara simbolis. Suasana haru seketika menyeruak di lapangan saat lagu Mars Santa Maria dikumandangkan. Tawa kebahagiaan pecah di antara para siswa baru yang kini telah sah bertransformasi menjadi bagian dari keluarga besar SMP Santa Maria.
MPLS Ramah yang aman, nyaman, bebas perpeloncoan, dan sempat dipuji oleh pusat ini telah usai dengan catatan tinta emas.
Kontributor: Suwito
Foto: Kelly, Dylan, Clare
