Home » Mulai Terkikis, SMP Santa Maria Mentok Justru “Ngegas” Belajar Melayu Mentok!

Mulai Terkikis, SMP Santa Maria Mentok Justru “Ngegas” Belajar Melayu Mentok!

oleh humas YTK

Mentok, YTKNews.id  Suara gelak tawa dan sahut-sahutan pantun memecah keheningan ruang guru SMP Santa Maria Mentok pada Rabu (5/8/2026) lalu. Tidak ada suasana kaku atau ketegangan formal yang terlihat, melainkan antusiasme tinggi dari para pendidik dan staf yang sibuk mendalami dialek Melayu Mentok. Lewat kegiatan Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Daerah, sekolah ini membuktikan bahwa menjaga warisan budaya lokal bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan sebuah aksi nyata.

Dipandu oleh guru Seni Budaya, Riko Zulkarnain, suasana pelatihan dirancang begitu hidup dan penuh energi. Riko membawa pendekatan kreatif yang mengajak para peserta menyelami akar budaya setempat tanpa rasa canggung. Alih-alih hanya mendengarkan ceramah teori, seluruh guru dan karyawan diajak berinteraksi langsung melalui berbagai media yang menyenangkan. Mereka meresapi kedalaman makna lewat lantunan lagu-lagu daerah, mengasah kelincahan merangkai rima dalam adu pantun, hingga membedah makna kosakata unik yang sering kali terdengar asing bagi pendatang. Suasana kian meriah saat para peserta saling menyambung alur cerita dalam sesi dongeng rakyat untuk melatih kelancaran bertutur.

Langkah inovatif ini menjadi manifestasi nyata SMP Santa Maria Mentok dalam menggemakan komitmen Tri Gatra Bahasa, yaitu mengutamakan Bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Inisiatif tersebut terasa kian krusial mengingat komposisi tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah ini cukup beragam, dengan banyak di antaranya berasal dari luar Pulau Bangka. Menghadapi perbedaan latar belakang geografis dan budaya tersebut, penguasaan Bahasa Melayu Mentok menjadi jembatan emosional yang sangat ampuh.

Melalui pemahaman bahasa setempat yang lebih baik, para guru dan staf tidak hanya lebih mudah membaur di lingkungan kerja, tetapi juga dapat membangun komunikasi yang lebih erat dan hangat dengan para siswa serta masyarakat sekitar. Lewat ruang belajar yang inklusif dan sarat nilai budaya ini, SMP Santa Maria Mentok optimis bahwa bahasa daerah tidak akan tergerus zaman, melainkan terus hidup dan bergema di tengah generasi muda.

Kontributor: Suwito 

 

Anda mungkin juga suka