Pangkalpinang, YTKNews.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah sekolah di bawah naungan Yayasan Tunas Karya melaksanakan upacara bendera bersama di lapangan SMK Tunas Karya, Pangkalpinang. Kegiatan berlangsung khidmat dengan penuh semangat kebangsaan.
Upacara tersebut diikuti oleh sebagian murid, seluruh guru, dan karyawan dari TK Santa Theresia 1, SD Santa Theresia 1, TK dan SD Santa Theresia 2, serta SMK Tunas Karya.
Bertindak sebagai pembina upacara, Sekretaris Yayasan Tunas Karya, Kristiawan Tri Wardana, S.Pd.Ing., menyampaikan amanat yang mengajak seluruh murid untuk memaknai kemerdekaan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam amanatnya, Kristiawan mengingatkan bahwa semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” tidak cukup diwujudkan melalui upacara dan perayaan, tetapi juga melalui sikap dan perilaku sehari-hari.
Para murid diajak membiasakan diri melakukan berbagai hal positif, seperti disiplin, bertanggung jawab, saling menghargai, menaati aturan, menjaga persatuan, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Semangat kemerdekaan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah rangkaian upacara pengibaran bendera selesai, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama seluruh guru dan karyawan. Suasana kemudian semakin hangat melalui kegiatan ramah tamah yang menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan dan kekeluargaan di antara warga sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat kemerdekaan tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi terus diwujudkan dalam sikap dan tindakan seluruh warga sekolah. Dengan kebersamaan, kedisiplinan, dan kepedulian, keluarga besar Tunas Karya turut mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia yang semakin berdaulat, adil, dan makmur.
Kontributor: Kristiana Puspa Setyani
