Paritiga, YTKNews.id — Suasana lapangan SD Hilarius tampak penuh semangat selama dua hari terakhir. Usai mengikuti kegiatan senam pagi pada Kamis (27/8/2026), murid-murid kelas 4 memulai latihan perdana sebagai petugas upacara bendera yang akan dilaksanakan pada Senin (31/8/2026).
Latihan intensif kemudian dilanjutkan pada Jumat (28/8/2026), seusai jam istirahat hingga berakhirnya jam pelajaran. Bagi para murid, tugas ini menjadi momen istimewa sekaligus langkah awal untuk memikul tanggung jawab di hadapan seluruh warga sekolah.
Selama latihan, para murid dibimbing oleh Mr. Olan dan Ma’am Lea. Mereka berlatih mulai dari merapikan barisan, melatih kelantangan suara, hingga menyelaraskan ritme langkah kaki. Mr. Olan berfokus pada ketegasan gerakan dan latihan baris-berbaris, sedangkan Ma’am Lea mendampingi murid dalam melatih intonasi dan artikulasi pembacaan teks agar terdengar jelas dan khidmat.
Setiap murid menjalankan perannya dengan penuh keseriusan. Filbert dipercaya sebagai Pemimpin Upacara. Ia mengaku sempat merasa gugup ketika pertama kali ditunjuk.
“Awalnya saya gugup karena tiba-tiba dipilih. Saya pikir itu hanya bercanda. Namun, saya tidak terlalu mengalami kesulitan karena sejak kelas 3 saya sudah ingin menjadi pemimpin upacara,” ungkap Filbert penuh semangat.
Sementara itu, tim pengibar bendera yang terdiri atas Jacob, Verglits, dan Darren berulang kali melatih kekompakan langkah dan koordinasi saat mengibarkan bendera. Verglits mengungkapkan bahwa kekompakan menjadi salah satu kunci utama dalam latihan mereka.
“Kami terus berlatih berjalan atau melangkah bersama hingga gerakannya benar-benar selaras,” ujarnya.
Pembacaan teks-teks penting juga mendapat perhatian khusus. Irene bertugas membacakan Undang-Undang Dasar 1945, Brayden membacakan Ikrar Pelajar, Hazel membacakan Tata Tertib, Evelyn memimpin doa, sedangkan Gabriel membacakan teks Pancasila.
Tidak ketinggalan, kelompok paduan suara juga mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh di bawah panduan Rachel sebagai dirigen. Mereka berlatih untuk memastikan lagu kebangsaan dapat dinyanyikan dengan kompak dan penuh semangat.
Pendampingan intensif terus dilakukan oleh para guru guna mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan upacara. Mr. Olan menyampaikan beberapa hal yang masih menjadi fokus evaluasi.
“Fokus utama evaluasi kami adalah kekompakan langkah pengibar bendera dan pemimpin upacara, volume serta kejelasan suara pembaca teks, menjaga tempo lagu kebangsaan, dan tentu membantu anak-anak mengatasi rasa gugup saat berada di tengah lapangan,” terangnya.
Meski masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan, Ma’am Lea dan Mr. Olan tetap menaruh harapan besar sekaligus memberikan apresiasi atas semangat murid-murid kelas 4.
“Harapan kami pada hari Senin nanti, anak-anak dapat tampil berani, tidak takut melakukan kesalahan, tetap fokus, dan melaksanakan tugas dengan jiwa nasionalisme serta rasa bangga. Yang terpenting, mereka dapat saling mendukung sebagai satu tim,” pesan Mr. Olan.
Walaupun rasa lelah setelah menjalani latihan selama dua hari berturut-turut sempat dirasakan, semangat murid-murid kelas 4 tidak surut. Dengan persiapan yang semakin matang serta dukungan dari para guru, mereka siap memberikan penampilan terbaik dalam upacara bendera pada Senin pagi.
Kontributor: Lea Wulan
