Home » Dari Santo Yusup untuk Merah Putih: Dua Siswa Mengabdi sebagai Paskibraka Kabupaten

Dari Santo Yusup untuk Merah Putih: Dua Siswa Mengabdi sebagai Paskibraka Kabupaten

oleh humas YTK

Tanjung Balai Karimun, YTKNews.id — Rasa bangga dan sukacita menyelimuti keluarga besar SMA Santo Yusup atas keberhasilan dua siswa terbaiknya, Judika Butar-butar dan Gracya Tampubolon, yang dipercaya mewakili SMA Santo Yusup sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Karimun pada senin 24 agustus 2026.

Keduanya mendapat kehormatan untuk menjalankan tugas dalam rangkaian pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih di Coastal Area. Kepercayaan tersebut menjadi sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi Judika dan Gracya, karena dalam tugas tersebut mereka membawa nama baik keluarga, sekolah, dan menjadi bagian dari generasi muda yang turut menjaga semangat kebangsaan.

Bagi SMA Santo Yusup, keberhasilan Judika dan Gracya bukan sekadar sebuah prestasi. Menjadi Paskibraka merupakan sebuah proses pembentukan karakter yang mengajarkan kedisiplinan, ketekunan, tanggung jawab, kerja sama, keberanian, serta kesediaan untuk memberikan yang terbaik bagi kepentingan bersama.

Di balik keberhasilan tersebut terdapat proses panjang yang tidak mudah. Latihan yang disiplin, menjaga ketepatan gerakan, membangun kekompakan, serta melatih kekuatan fisik dan mental menjadi bagian dari perjalanan mereka. Waktu, tenaga, dan kenyamanan harus dikorbankan demi menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Kepala SMA Santo Yusup, Devi Rosianna Simamora, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa gembira, senang, dan bangga atas pencapaian kedua siswa tersebut. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Judika dan Gracya merupakan sebuah kehormatan yang patut disyukuri dan menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar SMA Santo Yusup.

“Kami sangat gembira, senang, dan bangga karena dua putra-putri terbaik SMA Santo Yusup, Judika dan Gracya, dapat dipercaya menjadi Paskibraka tingkat kabupaten. Ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi mereka secara pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarga dan seluruh keluarga besar SMA Santo Yusup. Semoga pengalaman ini dapat membentuk mereka menjadi generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki karakter yang kuat, serta memiliki semangat cinta tanah air dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ungkap Devi Rosianna Simamora, S.Pd., M.M.

Kebanggaan tersebut juga dirasakan oleh Bapak dan Ibu Guru SMA Santo Yusup. Para guru turut merasa senang dan bangga melihat kedua siswa mampu membawa nama sekolah dalam tugas kehormatan di tingkat kabupaten. Pencapaian Judika dan Gracya menjadi bukti bahwa siswa SMA Santo Yusup tidak hanya didorong untuk berprestasi secara akademik, tetapi juga untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, dan rasa cinta terhadap bangsa.

Tugas sebagai Paskibraka memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar menjalankan sebuah upacara. Ketika Judika dan Gracya berdiri tegap di hadapan Merah Putih, mereka juga sedang membawa pesan tentang penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

Kemerdekaan Indonesia yang dinikmati generasi saat ini merupakan hasil perjuangan panjang. Para pahlawan rela mengorbankan waktu, tenaga, harta, keluarga, bahkan jiwa dan raga demi mewujudkan Indonesia yang merdeka. Semangat rela berkorban itulah yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.

Pada masa kini, bentuk perjuangan generasi muda tentu berbeda. Tidak lagi dengan mengangkat senjata di medan perang, tetapi melalui pendidikan, prestasi, kedisiplinan, kerja keras, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Menjadi Paskibraka menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian generasi muda. Judika dan Gracya telah menunjukkan bahwa rasa cinta tanah air dapat diwujudkan melalui kesediaan untuk berlatih, bekerja keras, menaati aturan, mengutamakan kepentingan bersama, dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Kibaran Merah Putih di Coastal Area menjadi saksi atas pengabdian kedua siswa SMA Santo Yusup tersebut. Setiap langkah tegap dan gerakan yang dilakukan dengan penuh ketelitian merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah sesuatu yang datang tanpa pengorbanan.

Keluarga besar SMA Santo Yusup berharap pengalaman Judika Butar-butar dan Gracya Tampubolon sebagai Paskibraka Kabupaten dapat menjadi bekal berharga dalam perjalanan mereka ke depan. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, keberanian, dan patriotisme yang diperoleh selama proses tersebut diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan mereka juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SMA Santo Yusup lainnya agar berani bermimpi, berani berproses, dan tidak takut menghadapi tantangan. Sebab, setiap pencapaian besar selalu dimulai dari kemauan untuk berusaha dan kesediaan untuk menjalani proses dengan penuh kesungguhan.

Atas pencapaian tersebut, SMA Santo Yusup menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Judika Butar-butar dan Gracya Tampubolon. Semoga pengalaman menjadi Paskibraka Kabupaten tidak hanya menjadi kenangan indah, tetapi juga menjadi langkah awal untuk terus mengukir prestasi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat serta bangsa Indonesia.

Para pahlawan telah berkorban untuk menghadirkan kemerdekaan. Kini, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengisinya dengan karya, prestasi, persatuan, dan pengabdian.

Dari Santo Yusup, dua generasi muda telah belajar bahwa mencintai Indonesia bukan hanya dengan mengucapkan kata-kata, tetapi dengan berani mengambil tanggung jawab, rela berkorban, disiplin dalam menjalankan tugas, dan memberikan yang terbaik untuk negeri.

“Dari Santo Yusup untuk Merah Putih, dari generasi muda untuk Indonesia.”

Kontributor: Gracia Veronica Siregar, S.Pd

Anda mungkin juga suka