Home » Rekoleksi Sehari Bersama Guru dan Karyawan SMPS Yos Sudarso, Kepala Sekolah Ingatkan Kesetiaan dan Loyalitas

Rekoleksi Sehari Bersama Guru dan Karyawan SMPS Yos Sudarso, Kepala Sekolah Ingatkan Kesetiaan dan Loyalitas

oleh admin

Batam, YTKNews.id– Guru dan Karyawan SMPS Yos Sudarso Batam mengadakan kegiatan Rekoleksi Sehari dengan mengangkat tema ‘Unggul dan Terdepan dalam Prinsip Pengelolaan Meliputi Komunio, Kedisiplian, Kejujuran, Tanggungjawab, Kesetiaan, Keterbukaan, Keadilan, dan Ketekunan’, bertempat di Rumah Retret OASE SS.CC Tanjung Piayu Batam, Sabtu (13/11/2021).

Tema yang diangkat merupakan hasil dari Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang telah dilakukan sebelumnya. Kegiatan Rekoleksi Sehari yang merupakan kegiatan rutin tahunan terbagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama dimulai Pukul 08.00-10.00 Wib bersama dengan narasumber Romo Jack, SS.CC.
Romo Jack dalam penyampaiannya mengajak para peserta untuk menyadari tugas panggilan yang dijalani peserta dalam dunia pendidikan. Romo Jack mengajak peserta untuk bersyukur dan berbangga dengan panggilan yang dijalani.

“Panggilan dan tugas yang dijalankan hingga saat ini mempunyai satu tujuan mulia yakni pelayanan dan semuanya itu dipersembahkan demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar, seperti kata Santo Ignatius Ad Maiorem Dei Gloriam,” kata Romo Jack.

Romo Jack juga menyadarkan para peserta tentang kesamaan peran dalam hal mendidik siswa. Romo Jack memberikan contoh bagaimana siswa akan melihat keteladanan langsung yang juga dapat diberikan oleh karyawan, misalnya dalam hal membersihkan lingkungan sekolah.

“Contoh lainnya adalah dalam hal memberikan sapaan, nasehat, contoh, dan juga teguran apabila siswa berbuat salah, misalnya ketika membuang sampah sembarangan dapat juga dilakukan oleh karyawan,” katanya.

Selain itu, ia juga mengajak peserta untuk membangun kerjasama TEAM yang merupakan singkatan dari Together Everyone Achieve More yang kompak. Menurutnya semua kegiatan di sekolah dapat berjalan dengan baik dan lancar berkat adanya kerjasama TEAM, baik pekerjaan besar maupun kecil, langsung aupun tidak langsung, semua orang memberi kontribusi yang sama bagi pendidikan.

“Contohnya kelas tidak akan berjalan atau akan terganggu dalam kondisi kotor, begitu juga halnya kebersihan WC membutuhkan karyawan agar selalu dalam keadaan bersih sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan efektif,” kata Romo Jack.

Di Akhir sesinya, Romo Jack mengajak peserta untuk menghidupi semangat TEAM. Romo Jack memberikan 3 analogi, yaitu kuda, angsa, dan hujan. 1 ekor kuda dikatakannya dapat menarik beban seberat 2 ton, akan tetapi 2 ekor kuda bahkan dapat menarik beban hingga mencapai 23 ton. Sebuah gambaran betapa kerjasama tim dapat menghasilkan karya yang lebih besar. Begitu juga sekelompok angsa yang terbang membentuk formasi V, maka dalam situasi badai seperti apapun dapat ditembus. Dan turunnya air hujan yang serentak akan membuat orang berpindah tempat untuk berteduh.

Di sesi ke-2 yang dimulai Pukul 11.30-12.30 Wib, peserta didampingi oleh Bruder Gerard, SS.CC. yang berangkat dari pengalaman mengajar di sekolah selama kurang lebih 10 tahun, Bruder Gerard membagikan pengalaman mengajarnya serta memberikan beberapa tips penyegaran khususnya bagi para guru yang harus beradaptasi dan berinovasi mencari stategi pembelajaran yang efektif di masa pendemi covid-19 ini.

Beberapa tips yang disampaikan Bruder Gerard diantaranya mengajak mengendalikan apa yang bisa dikendalikan, dan tidak perlu membuang energi dan waktu untuk hal yang tidak bisa dikendalikan. Kedua, menerapkan pada diri sendiri tentang apa yang biasa diajarkan kepada siswa saat mereka bingung. Kemudian Bruder Gerard mengajak untuk menetapkan sesuatu yang wajar untuk diri sendiri (realistis akan target). Dan tips lainnya adalah tentang membangun komunikasi dan keterbukaan dengan rekan kerja.

Di akhir sesinya, Bruder Gerard mengajak peserta untuk melakukan praktek “penyembuhan diri” yakni berbicara dengan diri sendiri.

“Seorang guru biasanya dapat memberikan jalan keluar bagi siswanya yang bermasalah. Maka dalam hal ini, para guru perlu mempraktekkan pada dirinya sendiri, dengan berbicara pada dirinya sendiri terkait dengan masalah-masalah yang sedang dihadapi dengan membayangkan masalah yang sedang dihadapi dan berbicara untuk memotivasi diri sendiri untuk mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi,” kata Bruder Gerard.

Sebelum rehat untuk makan siang, peserta diajak bermain game bersama. Berhubung cuaca sedang hujan pada saat itu, maka permainan diadakan di aula. Tampak wajah bahagia di antara para peserta dan semua peserta menikmati permainan yang ada. Sesi ini berakhir Pukul12.30 Wib, kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama.

Di sesi terakhir bersama dengan Kepala SMP Yos Sudarso, Agus Sekti Susila Atmojo, M.Si., memberi penegasan akan tema rekoleksi yang dijalankan bersama. Ia menyampaikan beberapa hal tentang program Yayasan Tunas Karya (YTK), program sekolah, serta tantangan yang dihadapi YTK dan sekolah saat ini.

“Terkait dengan Penerimaan Peserta Didik Baru membutuhkan usaha dan kerja keras bersama agar tidak kehilangan dan kekurangan siswa,” kata Agus.

Selain itu, Agus mengingatkan tentang kesetiaan dan loyalitas kerja, tidak mudah tergoda dengan tawaran lainnya, serta menjalani semua yang dijalani hingga saat ini dengan penuh syukur.

“Contohnya guru-guru senior juga banyak yang loyal dan setia mengabdi hingga pensiun di YTK dan secara ekonomi kehidupannya dapat dikatakan cukup dan sejahtera,” kata Agus.

Kegiatan rekoleksi hari itu pun berakhir Pukul 15.30 Wib, dan dilakukan foto bersama sebelum akhirnya peserta kembali ke sekolah untuk kemudian kembali ke rumah masing-masing.(JnP/YTKNews.id)

Anda mungkin juga suka

Tinggalkan Komentar

* Dengan menggunakan formulir ini Anda setuju dengan penyimpanan dan penanganan data Anda oleh situs web ini.