Home » TK Santa Bernadeth Tanjungpinang dan TK Santo Fransiskus Tanjung Uban Gelar Rekoleksi Bersama

TK Santa Bernadeth Tanjungpinang dan TK Santo Fransiskus Tanjung Uban Gelar Rekoleksi Bersama

oleh humas YTK

Bintan, YTKNews.id- TK Santa Bernadeth Tanjungpinang dan TK Santo Fransiskus Tanjung Uban mengadakan rekoleksi bersama yang diikuti oleh para guru kedua sekolah, dilaksanakan di Bintan Blue Coral (BBC), Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, 3 Desember 2021.

Kegiatan rekoleksi yang dihadiri Romo Gok Lian sebagai narasumber, dan Yuliana Eva Timung Sapta Rini seksi Pastoral, serta guru-guru TK Santa Bernadeth dan TK Santo Fransiskus tersebut diawalai dengan misa yang dipimpin oleh Romo Gok Lian, kemudian dilanjutkan dengan materi rekoleksi, diskusi kelompok, pleno, sharing, serta permainan terbimbing.

Kepala Sekolah TK Bernadeth, Sarah Wahyuningsih mengatakan ada beberapa catatan penting dari kegiatan mengikuti misa, diantaranya meneladani sikap hidup dari Santa Bernadeth yang rendah hati, sabar dan setia kepada Allah. Santa Bernadeth memiliki keistimewaan secara spiritual yaitu menerima penampakan Bunda Maria beberapa kali, tetapi tidak ada seorang pun yang percaya, apalagi kondisi fisiknya sangat tidak sehat, berbagai macam penyakit dia derita. Orang-orang sekitarnya kebanyakan mencemooh. Setelah dia masuk biara pun, cemoohan itu tidak berkurang.

“Tapi menghadapi segala penderitaan itu Santa Bernadeth tidak berkurang sedikitpun kesetiaannya pada Allah. Setelah kematiannya, bertahun-tahun kemudian makamnya digali, ternyata masih utuh dan sekarang dimakamkan di sebuah gereja dimana para paziarah masih bisa melihat fisik Santa Bernadeth,” kata Sarah, Minggu (12/12/2021).

“Meneladani sikap hidup Santo Fransiskus, yaitu bekerja keras, mewartakan kasih Yesus dengan cara yang menarik yaitu dengan bercerita, mengajar, sehingga orang penasaran dan semakin banyak yang mengikuti Yesus,” katanya.

Ia mengungkapkan ada beberapa catatan dari kegiatan sharing materi, diskusi, dan pleno. Yaitu para guru dan warga sekolah sangat penting untuk mengupgrade diri, terutama selalu mengikuti perkembangan dunia modern ini yang dampaknya sangat besar pada dunia pendidikan.

“Jika kita tidak menguasai IT, maka akan sangat sulit mempertahankan sekolah. Selama kita masih bekerja di Yayasan Tunas Karya, maka pikiran dan tenaga kita masih diperlukan oleh yayasan. Kalau kita merasa sudah tua dan sudah tidak sanggup lebih baik kita mencari jalan lain.Tetapi jangan lupa, yang kita didik adalah anak-anak usia dini, sentuhan-sentuhan dan kasih sayang secara nyata masih sangat mereka butuhkan. Sentuhan-sentuhan kasih itu tidak akan didapatkan melalui IT. Maka perlu keseimbangan ketika dalam pembelajaran, mana yang perlu IT mana yang diluar IT,” kata Sarah.

Menanggapi keinginan orang tua yang menginginkan sang anak sudah pandai sebelum masuk SD, ia menyampaikan bahwa orang tua harus diberi edukasi, bahwa tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh usianya. Ada tahapan-tahapan yang harus dijalani sejak anak-anak lahir. Tidak ada anak yang langsung berjalan ketika baru lahir dan di usia 5 tahun baru dia merangkak. Tapi kenyataannya memang orientasi orang tua sudah berubah, ditambah lagi keadaan di keluarga, dimana ayah dan ibu sama-sama bekerja, sehingga tidak ada waktu mengurus anak.

“Jadi orang tua maunya tahu beres. Jadi pihak sekolah harus bisa mengimbangi antara keinginan orang tua dan kurikulum sekolah. Di TK semua kegiatan harus dikemas dalam bermain. Ketika bermain anak tidak menyadari ia sedang belajar dan itu pengalaman yang menyenangkan,” kata Sarah.(JnP/YTKNews.id)

 

Anda mungkin juga suka

Tinggalkan Komentar

* Dengan menggunakan formulir ini Anda setuju dengan penyimpanan dan penanganan data Anda oleh situs web ini.