Pangkalpinang, YTKNews.id — SMP Santa Theresia Pangkalpinang menggelar perayaan Natal dan Tahun Baru bersama pada 8 Januari 2026. Dengan mengangkat tema inspiratif “RE-CHRISTMAS: Rethink, Reuse, Rejoice”, acara ini tidak hanya menjadi ajang syukur, melainkan juga sebagai wadah kreativitas dan ajang mempererat solidaritas antarwarga sekolah.
Salah satu kegiatan yang dinantikan untuk memeriahkan perayaan ini adalah Nganggung dan tukar kado. Meja-meja tempat kudapan dan kado disusun rapi di sepanjang selasar lantai satu oleh bapak ibu guru dan anak-anak yang tidak mengikuti misa syukur di gereja. Sementara pot bunga mulai ditata estetik untuk mempercantik suasana. Meski langit mendung dan angin mulai berembus kencang, acara yang dipandu oleh duet pembawa acara Shelomeita dan Nero ini tetap dimulai dengan lancar.

Salah satu momen berkesan adalah sesi “The Greeting Circle”. Dalam sesi ini, setiap kelas membentuk lingkaran kecil dengan wali kelas berada di tengah. Di bawah iringan musik yang syahdu, mereka merumuskan resolusi kelas untuk tahun yang baru. Sebagai simbol harapan, para murid menggantungkan kertas origami berbentuk ornamen Natal berisi pesan-pesan resolusi pribadi pada pohon yang telah disediakan.
Namun, di tengah kemeriahan acara, hujan lebat mengguyur lokasi. Panitia dengan sigap menjalankan “plan B” dengan memindahkan seluruh kegiatan ke dalam ruang kelas masing-masing. Perubahan rencana ini nyatanya tidak menyurutkan semangat para murid. Dengan penuh antusias, mereka menanti acara kebersamaan ini. Para murid saling bertukar kado yang dibungkus secara kreatif menggunakan kertas koran. Kado yang disiapkan berisi alat-alat yang dapat mereka gunakan untuk kegiatan belajar. Wali kelas merancang sistem tukar kado sekreatif mungkin. Gelak tawa mengisi ruangan kelas, pasalnya para murid begitu bahagia ketika membuka kado yang mereka peroleh.

Puncak kebersamaan ditandai dengan kegiatan Agape Bersama melalui tradisi lokal “Nganggung”. Setiap kelas menikmati kudapan yang dibawa masing-masing dari rumah, berupa kue natal dan jajanan pasar. Beberapa guru dari kelas lain pun saling berkunjung. Semangat berbagi terlihat jelas saat mereka saling mencicipi kudapan dalam suasana kekeluargaan yang erat. Dingin akibat hujan yang turun tak menjadi penghalang untuk merajut kehangatan antarwarga sekolah.
“Hujan adalah berkat dari Tuhan. Kita tetap bersyukur karena acara tetap berjalan lancar. Ada hikmah yang bisa dipetik, bahwa apa yang kita rencanakan tidak selalu terjadi sesuai keinginan kita, namun kebersamaan tetap bisa dirajut dalam situasi apa pun,” ujar Andreas Helpi, selaku ketua panitia acara.

Perayaan ini pun resmi berakhir setelah pengumuman pemenang lomba-lomba dan doa penutup bersama. Melalui semangat RE-CHRISTMAS, keluarga besar SMP Santa Theresia Pangkal Pinang berharap agar resolusi yang telah digantungkan bukan sekadar hiasan, melainkan menjadi pemacu semangat untuk melangkah lebih baik di-tahun 2026. Perayaan ini pun menjadi pengingat bahwa dalam kesederhanaan dan tantangan sekalipun, sukacita Natal akan selalu menemukan jalannya.
Kontributor: Theresia Feby
