Home » Bukan Sekadar Angpao, Ini Rahasia di Balik Pekik Ceria Imlek SD Santa Maria

Bukan Sekadar Angpao, Ini Rahasia di Balik Pekik Ceria Imlek SD Santa Maria

oleh Suwito

Mentok, YTKNews.id–​Suasana penuh semangat dan keceriaan menyelimuti lingkungan SD Santa Maria pada Selasa, 24 Februari 2026. Meski perayaan ini dilaksanakan tepat seminggu setelah hari raya Imlek, antusiasme warga sekolah sama sekali tidak surut. Seluruh elemen sekolah, mulai dari siswa, guru, staf, hingga orang tua dan wali murid, tampak menyatu dalam balutan tradisi yang kental. Kehangatan acara ini pun semakin terasa dengan kehadiran tamu undangan penting seperti Pengawas SD, Dwinita A., jajaran kepala sekolah TK dan SMP Santa Maria, perwakilan Komite, serta Fr. Angga sebagai perwakilan dari Paroki St. Perawan Maria Pelindung Para Pelaut.

​Kemeriahan diawali dengan panggung pentas seni yang menjadi wadah kreativitas tanpa batas bagi para siswa. Berbagai tarian bernuansa Imlek ditampilkan dengan apik, baik itu hasil asuhan guru ekskul dan wali kelas maupun hasil kreasi autodidak para murid yang penuh percaya diri. Selain tarian dan nyanyian yang menghibur, terselip pula drama-drama singkat yang membawa pesan mendalam mengenai pentingnya kebersamaan dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Kemeriahan visual semakin memuncak saat para siswa kelas 1 melenggang dalam sesi fashion show dengan busana khas berwarna merah dan emas yang melambangkan keberuntungan.
​Salah satu momen yang paling dinantikan adalah sesi open class, di mana setiap kelas membuka pintunya untuk menjamu seluruh warga sekolah dengan penuh keramahan. Di dalam ruang-ruang kelas tersebut, interaksi antara siswa dan guru terjalin begitu hangat melalui berbagai permainan edukatif seperti kuis, tebak-tebakan berhadiah, hingga tanya jawab interaktif. Keseruan mencapai puncaknya saat barongsai berkeliling dari satu kelas ke kelas lainnya, membawa keceriaan yang disambut riuh rendah tepuk tangan. Tak ketinggalan, tradisi mengambil pohon angpao menjadi aktivitas yang sangat diminati, memberikan kesempatan bagi setiap siswa untuk merasakan langsung manisnya berbagi kebahagiaan.
​Di balik segala kemeriahannya, perayaan Imlek di SD Santa Maria sesungguhnya memuat misi pembelajaran karakter yang sangat kuat. Melalui simbolisme bagi-bagi angpao dan keterlibatan seluruh warga sekolah, institusi ini berupaya menanamkan nilai-nilai menghargai perbedaan sejak dini. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat rasa persaudaraan antarumat beragama, khususnya sebagai bentuk penghormatan terhadap teman-teman yang beragama Buddha dan Kong Hu Cu.

​Perayaan ini akhirnya ditutup dengan kesan yang mendalam bagi siapa saja yang hadir. Keberagaman yang ditampilkan sepanjang acara bukan hanya menjadi tontonan, melainkan bukti nyata bahwa perbedaan adalah kekuatan utama dalam membangun lingkungan sekolah yang harmonis, penuh kasih, dan saling menghargai. SD Santa Maria sekali lagi membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam buku pelajaran, tetapi juga melalui perayaan budaya yang memperkaya jiwa dan budi pekerti.

 

Kontributor: Maria Susanti

Anda mungkin juga suka