Home ยป Warna-Warni Semangat Kartini di Bawah Langit Cerah SMP Santo Paulus Pangkalpinang

Warna-Warni Semangat Kartini di Bawah Langit Cerah SMP Santo Paulus Pangkalpinang

oleh Marcelina Sandra

Pangkalpinang, YTKNews.id — Langit di atas SMP Santo Paulus membiru cerah, seolah ikut bersukacita menyambut peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026. Suasana khidmat menyelimuti lapangan sekolah saat upacara bendera dimulai. Alunan lagu “Ibu Kita Kartini” menggema, menggetarkan hati setiap siswa dan guru yang hadir untuk menghormati sang pelopor emansipasi wanita.

Sry Sinaga, guru Bahasa Indonesia sekaligus wali kelas 8, memberikan amanat yang menggugah. Ia mengisahkan kembali getir dan gigihnya perjuangan Kartini dalam menempuh pendidikan di masa lalu.

“Kartini mengajarkan kita bahwa kegelapan hanya bisa runtuh dengan cahaya ilmu,” pesannya, mengingatkan para siswa untuk memetik nilai keberanian dan ketekunan dari sang pahlawan.

Keriuhan mulai pecah saat OSIS menggelar lomba peragaan busana (fashion show) dan baca puisi antar kelas. Delvin, siswa kelas 8B yang menjadi peserta fashion show, tampil dengan percaya diri meski awalnya ragu.

“Saya sangat bangga bisa mewakili kelas. Ini pengalaman berharga untuk melatih mental agar tidak gugup lagi saat tampil di depan umum,” ungkapnya dengan senyum lebar.

Di panggung puisi, suasana mendadak puitis. Beatrice dari kelas 7B memukau juri dengan puisi berjudul “Ksatria Wanita Indonesia”. Meski sempat berdebar, ia berhasil menyampaikan pesan mendalam bahwa wanita adalah sosok kuat yang layak mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya.

Tak kalah memikat, Nathan dari kelas 9B membawakan puisi “Wanita Berkebaya” karya Alfaro M.R. Dengan persiapan matang sejak subuh, ia tampil penuh penjiwaan.

“Puisi ini tentang gadis pejuang yang menumpas ketidakadilan. Ini cara saya mengenang jasa Ibu Kartini,” ujar Nathan.

Perayaan hari itu bukan sekadar seremoni pakaian adat. Lewat setiap bait puisi dan langkah kaki di atas panggung, semangat Kartini terasa hidup. Di SMP Santo Paulus, perjuangan itu telah membuahkan hasil: sebuah lingkungan di mana kesetaraan gender bukan lagi impian, melainkan kenyataan yang erat dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kontributor: Edi

Anda mungkin juga suka