Pangkalpinang, YTKNews.id — Aroma harum sayuran segar dan tumisan bumbu menggoda selera memenuhi selasar lantai satu SMP Santa Theresia pada 13 Mei lalu. Bukan tanpa alasan, seluruh murid kelas VII yang tergabung dalam gerakan Pramuka Penggalang ini harus menyelesaikan rangkaian kegiatan Pramuka pada tahun ajaran 2025/2026 ini dengan kegiatan cooking. Menu wajib yang harus mereka taklukkan adalah Capcay Sayuran, sebuah hidangan sehat kaya nutrisi.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemandirian, kreativitas, serta kerja sama antaranggota regu. Sejak bel berbunyi, tanda bahwa jam ekstrakurikuler Pramuka dimulai, adik-adik penggalang kelas VII tampak antusias mempersiapkan kelengkapan alat dan bahan untuk memasak. Didampingi oleh Kak Sandra selaku koordinator Pramuka, mereka dibekali dengan arahan, seperti menyiapkan meja masak dan perlengkapannya, serta penyampaian informasi tentang tempat untuk mencuci bahan masakan.

Membuat capcay mungkin terdengar sederhana, namun menuntut koordinasi yang matang. Setiap regu yang terdiri dari beberapa murid ini harus berbagi tugas dengan adil. Ada yang bertugas mencuci sayur, memotong wortel, kembang kol, dan sawi, hingga mereka yang dipercaya memegang kendali di depan kompor portabel. Salah satu perwakilan murid mengungkapkan bahwa mereka sempat bingung menentukan takaran bumbunya. Namun, setelah berdiskusi dengan teman seregu dan mengingat tips dari pembina, mereka akhirnya berhasil menyajikan capcay.
Tidak hanya sekadar matang, hidangan capcay hasil kreasi para murid ini juga dinilai secara objektif oleh tim juri. Penilaian tersebut didasarkan pada cita rasa dan kematangan sayuran agar tidak terlalu lembek, kreativitas penyajian atau plating, kebersihan area memasak, serta kekompakan dan kerja sama antaranggota regu selama proses memasak berlangsung. Meski beberapa di antaranya baru pertama kali memegang pisau dapur dan memasak di luar ruangan, mereka mampu menyelesaikan tantangan dengan sangat baik dan tetap mengutamakan keselamatan.

Kegiatan ini memberikan makna yang mendalam bagi murid maupun orang tua.
“Ternyata anak-anak bisa masak. Mungkin dari segi rasa belum sempurna, tapi sebagai orang tua, saya berterima kasih dengan adanya kegiatan ini dapat melatih keterampilan anak-anak,” ujar salah satu orang tua.
Kegiatan Cooking Pramuka kelas VII ini ditutup dengan sesi makan bersama. Mereka menikmati capcay hasil jerih payah mereka dan saling bertukar dengan regu lain di dalam kelas. Kemandirian dan keceriaan yang terpancar hari itu membuktikan bahwa Pramuka SMP Santa Theresia siap mencetak generasi yang tangguh sekaligus kreatif.
Kontributor: Theresia
