MENTOK, YTKNews.id — Persaingan estetika dan teknologi dalam Lomba Taman Kelas di SMP Santa Maria Mentok akhirnya mencapai puncaknya. Mengusung konsep “Roots & Routers”, ajang ini tidak hanya memamerkan keasrian tanaman, tetapi juga kecerdasan digital para siswa dalam mengelola lingkungan sekolah.
Setelah melalui penilaian ketat, Kelas 8B resmi dinobatkan sebagai Juara Umum. Taman besutan mereka dinilai paling harmonis, rapi, dan memiliki komposisi tanaman yang paling sesuai dengan kriteria pelestarian lingkungan. Kegembiraan pecah saat nama kelas mereka diumumkan sebagai pemenang yang berhasil memadukan keindahan visual dengan perawatan yang konsisten.
Namun, kejutan besar datang dari Kelas 8A. Meski belum menjadi juara umum, mereka berhasil menyabet penghargaan bergengsi sebagai Pemenang Kategori Terinovatif. Tak tanggung-tanggung, siswa kelas 8A mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan QR Code ke dalam taman mereka. Pemanfaatan Canva Pendidikan dimaksimalkan untuk mendukung kreativitas digital siswa.

Pemenang Lomba Taman Pintar bersama para juri
Setiap tanaman di area mereka dilengkapi dengan kode QR yang didesain melalui Canva. Saat dipindai, pengunjung tidak hanya melihat nama tanaman, tetapi akan terhubung dengan asisten digital berbasis Canva AI yang menjelaskan manfaat medis, cara perawatan, hingga filosofi tanaman tersebut bagi ekosistem. Inovasi ini disebut-sebut sebagai standar baru bagi sekolah Adiwiyata di Bangka Barat.
Selain itu siswa SMP Santa Maria juga menyalurkan kreativitas nya lewat video profil taman. Video ini juga dilombakan. Pemenangnya adalah kelas 7B.
Kepala SMP Santa Maria Mentok, Letisia Pare, mengungkapkan rasa bangga sekaligus haru atas dedikasi para siswanya. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa esensi lomba ini bukan sekadar piala, melainkan keberlanjutan.
”Apa yang kalian bangun hari ini, baik itu keasrian taman maupun sistem digitalnya, adalah titipan untuk masa depan. Saya sangat berharap ini bukan sekadar semangat sesaat karena lomba, tetapi bisa terus bertahan, dirawat, dan menjadi budaya sekolah kita dalam merawat bumi sebagai rumah kita bersama,” tegas Letisia Pare.
Kegiatan yang didukung oleh Canva ini membuktikan bahwa di bawah bimbingan yang tepat, siswa mampu menjadi penjaga bumi sekaligus pionir teknologi yang visioner. Dengan kemenangan ini, SMP Santa Maria Mentok semakin memperkokoh posisinya sebagai sekolah yang sukses mengawinkan nilai-nilai pastoral lingkungan dengan tuntutan era digital.
