Pangkalpinang, YTKNews.id – SMP Santa Theresia Pangkalpinang kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Pada 10 Juli 2026, sebanyak 25 pendidik mengikuti In-House Training (IHT) di ruang pertemuan sekolah. Pelatihan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Yanti, S.Pd., dengan fokus pada implementasi asesmen berbasis Taksonomi SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes). Langkah ini sejalan dengan kebijakan penyempurnaan kurikulum nasional yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah menyempurnakan standar penyusunan asesmen. Jika sebelumnya penyusunan soal lebih menitikberatkan pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) berdasarkan Taksonomi Bloom, khususnya pada ranah analisis, evaluasi, dan kreasi, kini SMP Santa Theresia mulai mengintegrasikan Taksonomi Bloom dengan Taksonomi SOLO dalam setiap asesmen sumatif. Pendekatan Taksonomi SOLO digunakan sebagai kerangka untuk memetakan tahapan berpikir sekaligus sebagai alat ukur yang lebih akurat dalam menilai tingkat pemahaman murid terhadap materi, bukan sekadar kemampuan menghafal.
Selain memperdalam konsep penyusunan asesmen, pelatihan ini juga membekali para pendidik dengan pemanfaatan teknologi melalui aplikasi Flubaroo. Add-on pada Google Sheets tersebut diperkenalkan untuk membantu guru mengoreksi dan menganalisis hasil belajar murid secara lebih cepat dan efisien. Melalui Flubaroo, proses pemetaan hasil asesmen serta pengolahan nilai setiap butir soal ke dalam masing-masing Tujuan Pembelajaran (TP) dapat dilakukan dengan lebih praktis, sistematis, dan akurat.
Yanti, S.Pd., menegaskan bahwa penerapan Taksonomi SOLO tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penilaian di akhir pembelajaran, tetapi harus terintegrasi dalam keseluruhan proses pendidikan. Menurutnya, implementasi Taksonomi SOLO dimulai dari proses menerjemahkan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Tujuan Pembelajaran (TP), dilanjutkan dengan perancangan kegiatan belajar, hingga pelaksanaan asesmen yang selaras dengan tujuan pembelajaran.
Melalui pendekatan tersebut, SMP Santa Theresia berharap peserta didik tidak hanya mencapai hasil belajar yang lebih baik, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa mereka sedang menjalani proses belajar yang bermakna untuk mencapai tujuan pembelajarannya. Dengan demikian, sekolah dapat mewujudkan suasana belajar yang lebih efektif, reflektif, dan menggembirakan.
Kontributor: Haidar Rizaldi
