Home » YTK Gelar Diklat Service Excellence Gelombang II bagi 40 Pegawai Non-Guru di Wilayah Kepri

YTK Gelar Diklat Service Excellence Gelombang II bagi 40 Pegawai Non-Guru di Wilayah Kepri

oleh humas YTK

Batam, YTKNews.id – Yayasan Tunas Karya (YTK) kembali menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Service Excellence Tahun 2026 Gelombang II bagi 40 pegawai non-guru di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Kegiatan yang berlangsung pada 2–3 November 2026 ini dilaksanakan di Ballroom Yosafat, SMA Yos Sudarso, Batam.

Diklat ini mengusung tema “Working with H.E.A.R.T (Hospitality, Empathy, Accountability, Respect, Trust)” Kegiatan ini menjadi salah satu upaya YTK dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga kependidikan dan pegawai non-guru yang memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan pendidikan.

Sebanyak 40 peserta berasal dari berbagai unit pendidikan YTK di wilayah Kepri. Mereka terdiri atas tenaga pramusaji, pustakawan, petugas keamanan (satpam), tenaga tata usaha, biro administrasi umum, biro administrasi keuangan, pembina asrama, dan tenaga pengasuh. Berdasarkan asal daerah, peserta berasal dari Batam sebanyak 25 orang, Tanjungpinang 9 orang, Tanjung Balai Karimun 4 orang, dan Rempang 2 orang.

Kegiatan hari pertama diawali dengan registrasi peserta yang mengenakan Batik YTK Kuning. Acara pembukaan berlangsung pukul 10.00 WIB, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars YTK, dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia, Frans, S.Pd., Ekop., M.M. Ketua Panitia menegaskan bahwa tujuan yang hendak dicapai dari Diklat ini adalah; membangun service mindset berbasis nilai YTK, meningkatkan kualitas pelayanan internal dan eksternal, menguatkan komunikasi, empati dan kolaborasi serta mendorong implementasi nyata di unit kerja.

RD. Martinus Lejo da Silva, M.Pd., yang hadir mewakili Ketua YTK, secara resmi membuka kegiatan Diklat. Beliau mengingatkan pentingnya kompetensi service excellence bagi pegawai non-guru dalam mendukung kualitas layanan pendidikan di lingkungan YTK. Menurutnya, pengembangan kompetensi pelayanan ini telah menjadi bagian dari Rencana Strategis (Renstra) YTK sejak tahun 2024 dan mulai diwujudkan melalui pelaksanaan Diklat pada tahun 2026. Anggota pengurus YTK ini, berharap para peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman dan kenalan baru, tetapi juga pengetahuan, semangat, serta komitmen baru untuk diterapkan dalam pelayanan di unit kerja masing-masing.

Selama dua hari, peserta mendapatkan pendampingan dari dua narasumber profesional, yakni Yuyun Yustina Yonita, S.Psi., M.Psi., Psikolog, CBC, CLS, dan Nugroho Adhi Wijaya, S.T., CHRG. Proses pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka melalui diskusi, studi kasus, simulasi, presentasi, dan berbagi pengalaman. Sebelum memasuki materi utama, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mengenai konsep pelayanan prima.

Setelah sesi Training Orientation & Ice Breaking, peserta diajak memahami bahwa setiap orang memiliki peran sebagai pelayan dalam lingkungan kerjanya masing-masing. Materi selanjutnya membahas penerapan nilai-nilai keutamaan YTK dalam tindakan nyata, efek domino pelayanan, konsep customer dalam dunia pendidikan, serta pentingnya interaksi dalam membangun kepercayaan.

Peserta juga dibekali teknik jeda dalam merespons situasi yang memanas agar tidak bersikap reaktif. Langkah-langkah yang diperkenalkan meliputi mengendalikan reaksi, mengevaluasi emosi, mendengarkan dengan baik, dan menentukan respons yang tepat. Selain itu, peserta diajak mendalami makna empati, yakni kemampuan memahami orang lain secara lebih mendalam.

Antusiasme Peserta Warnai Hari Pertama

Suasana pelatihan hari pertama berlangsung penuh semangat dan sukacita. Para peserta tampak aktif terlibat dalam setiap dinamika yang diberikan narasumber. Kesempatan untuk berbagi pengalaman, menyampaikan pendapat, mempresentasikan hasil diskusi, hingga menjawab tantangan dalam studi kasus dimanfaatkan dengan baik oleh peserta.

Yohan, yang bertugas sebagai fotografer kegiatan, mengungkapkan bahwa peserta laki-laki pada Diklat Gelombang II terlihat cukup aktif dan berani tampil berbicara ketika diberikan kesempatan oleh narasumber.

Hal senada disampaikan Adrick Bernardi, anggota Pengurus YTK. Ia mengaku senang melihat antusiasme peserta yang terus berusaha mengikuti setiap dinamika pelatihan.

“Di awal sempat khawatir, jangan-jangan mereka tidak aktif. Namun, ternyata peserta Diklat Gelombang II sangat bersemangat dan selalu berusaha mengikuti dinamika yang diberikan narasumber,” ungkapnya.

Keterlibatan peserta juga tampak dalam tugas doa selama kegiatan. Doa pembukaan dibawakan oleh Stephanie Florencia dari TPA Yos Sudarso 2, Batam, sedangkan doa sebelum makan siang dipimpin Thomas Nasib Rahmatdani dari SMP Yos Sudarso, Batam. Doa sebelum makan malam dibawakan Maria Yenita Hale dari SMP St. Yusuf, Tanjung Balai Karimun, dan doa pada Sesi III oleh Veralisyanti dari SD Katolik, Tanjungpinang.

Melalui Diklat Service Excellence Gelombang II ini, YTK berharap semangat Working with H.E.A.R.T semakin tumbuh dalam diri setiap pegawai. Pelayanan yang ramah, penuh empati, bertanggung jawab, saling menghargai, dan dapat dipercaya diharapkan tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi sungguh menjadi budaya kerja dalam mewujudkan layanan pendidikan yang semakin adil dan humanis. (da silva, pr)

Anda mungkin juga suka