Batam, YTKNews.id – Bulan Oktober menjadi momen istimewa bagi umat Katolik untuk semakin mendekatkan diri kepada Bunda Maria melalui doa Rosario. Semangat iman ini juga dihidupi keluarga besar SDS Yos Sudarso III Batam. Sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang bulan Oktober, sekolah mengadakan Misa Penutupan Bulan Rosario pada Jumat (30/10).
Misa berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Seluruh siswa kelas I hingga VI, bersama 24 guru dan tenaga kependidikan, berkumpul dalam satu ruangan yang disiapkan dengan menggabungkan tiga ruang kelas. Para siswa didampingi wali kelas masing-masing untuk mengikuti seluruh rangkaian perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Andreas Naraama Lemoro, atau yang akrab disapa Romo Andre.
Sebelum perayaan Ekaristi dimulai pada pukul 11.00 WIB, seluruh peserta mengikuti doa Rosario bersama yang dipimpin oleh Miss Marica. Kelima peristiwa Rosario didaraskan bersama sebagai ungkapan kasih dan kepercayaan kepada Bunda Maria. Meskipun belum semua siswa dapat mengikuti doa dengan sempurna, kebersamaan ini menjadi kesempatan berharga untuk menumbuhkan kebiasaan berdoa sejak dini.
Lebih dari sekadar kegiatan rohani, doa bersama ini menjadi bagian dari proses pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Anak-anak diajak belajar berdoa, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan sikap saling mengasihi. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan salah satu keutamaan pendidikan Yayasan Tunas Karya, yakni Cinta Kasih.
Dalam homilinya, Romo Andre menyampaikan pesan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Setiap orang diajak untuk menjadi pribadi yang baik dan melakukan kebaikan bukan karena diminta atau diperintah, melainkan karena kesadaran dari dalam hati.
Mengacu pada pesan Injil, Romo Andre mengingatkan bahwa berbuat baik tidak perlu menunggu waktu atau kesempatan tertentu. Kebaikan dapat dilakukan kapan saja, melalui hal-hal sederhana, baik di rumah, di sekolah, maupun dalam pergaulan dengan sesama.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan iman tidak berhenti pada doa dan perayaan liturgi, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Sikap menghormati guru, menyayangi teman, membantu sesama, dan menaati aturan sekolah merupakan bentuk sederhana dari iman yang hidup.
Menutup Bulan Rosario bukan berarti mengakhiri kebiasaan berdoa. Justru, semangat doa yang telah dibangun sepanjang bulan Oktober diharapkan terus bertumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, doa yang tulus akan semakin bermakna ketika disertai tindakan kasih.
Dari sekolah, doa ditanamkan. Dari hati, kebaikan ditumbuhkan. Dan melalui tindakan sederhana, kasih Tuhan dihadirkan dalam kehidupan bersama.
Kontributor: Yohanes Aditya Kurniawan Dokumentasi: Tim Humas SDS Yos Sudarso III
