Pangkalpinang, YTKNews.id – 19 Maret 2026, Dalam suasana penuh rahmat dan sukacita iman, keluarga besar SMA Santo Yosef Pangkalpinang akan menggelar Perayaan Ekaristi dalam rangka Hari Raya Santo Pelindung, Santo Yosef, pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 17.30 WIB di Gereja Paroki Santa Bernadeth.

Perayaan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum spiritual yang mendalam untuk meneguhkan kembali identitas sebagai komunitas pendidikan Katolik yang berakar pada iman, kasih, dan pelayanan.

Mengangkat tema “Sub Tutela Sancti Ioseph” yang berarti “Di bawah perlindungan Santo Yosef”, seluruh warga sekolah diajak untuk merenungkan kembali keteladanan hidup Santo Yosef sebagai sosok yang sederhana namun luar biasa dalam ketaatan. Dalam Injil Matius 1:19-24, Santo Yosef digambarkan sebagai pribadi yang benar, yang memilih jalan kasih dan ketaatan meski dalam situasi yang tidak mudah. Ia menjadi pelindung Keluarga Kudus, pekerja yang setia, serta figur ayah yang penuh tanggung jawab nilai-nilai yang sangat relevan dalam dunia pendidikan saat ini, tutur Romo Yosef Setiawan, Pr, Romo Paroki Santa Bernadeth dalam homilinya.


Perayaan Ekaristi akan dipersiapkan dengan penuh kesungguhan oleh para petugas liturgi. Tim penyambut umat yang terdiri dari Bapak Ibu Pendidik akan hadir lebih awal untuk menyambut umat dengan ramah, mencerminkan wajah Gereja yang terbuka dan bersahabat. Tugas kolektan akan dilaksanakan oleh beberapa bapak dan ibu di berbagai sisi gereja, sebagai bagian dari pelayanan dalam menghimpun persembahan umat dengan tertib dan penuh hormat.


Persembahan akan dibawakan oleh warga sekolah sebagai simbol syukur atas berkat Tuhan yang melimpah. Sementara itu, Sabda Tuhan akan diwartakan oleh Leyves yang notabener ialah peserta didik sebagai lektor pertama dan Stevani sebagai lektor kedua, serta diperdalam melalui mazmur yang dibawakan oleh Katarina dengan penuh penghayatan. Suasana liturgi akan semakin hidup melalui iringan koor dari para siswa yang telah mempersiapkan diri dengan baik, menghadirkan pujian yang mengangkat hati kepada Tuhan.

Seluruh siswa beragama Katolik diwajibkan mengikuti misa ini sebagai bentuk ketekunan iman dan pembinaan rohani, yang juga menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah. Dengan mengenakan pakaian batik yang sopan dan pantas, para siswa tidak hanya menunjukkan identitas budaya, tetapi juga sikap hormat dalam perayaan kudus. Kehadiran mereka menjadi tanda nyata persatuan dalam Kristus, sebagaimana diingatkan dalam Surat Efesus 4:2-3 untuk hidup dalam kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran, serta berusaha memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera.



Usai perayaan Ekaristi, kebersamaan akan dilanjutkan dalam acara ramah tamah sekitaran lantai 1. Momen ini menjadi ruang perjumpaan yang hangat antar guru, karyawan, dan warga sekolah sekaligus mempererat tali persaudaraan dalam semangat kekeluargaan. Bapak dan ibu yang berkeyakinan lain pun diundang untuk turut hadir sebelum pukul 19.00 WIB sebagai wujud nyata toleransi dan persatuan dalam keberagaman.

Melalui perayaan ini, SMA Santo Yosef Pangkalpinang tidak hanya merayakan seorang pelindung, tetapi juga meneguhkan panggilan untuk hidup seturut teladan Santo Yosef: bekerja dengan tekun, melayani dengan tulus, serta setia dalam iman meski dalam kesunyian. Di bawah naungan Santo Yosef, seluruh warga sekolah diajak untuk terus melangkah bersama, membangun komunitas yang berkarakter, beriman, dan berbelarasa.

Sub tutela Sancti Ioseph, ambulemus in lumine Christi di bawah perlindungan Santo Yosef, marilah kita berjalan dalam terang Kristus.
Penulis : Lukas Mileniawan, S.Pd.
