Belinyu, YTKNews.id – Suasana penuh semangat dan kehangatan mewarnai hari pertama Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Santo Yosef Belinyu. Seluruh warga sekolah menyambut dimulainya kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta nilai-nilai karakter yang akan mereka hidupi selama menempuh pendidikan di SMP Santo Yosef Belinyu.
Ada pemandangan berbeda pada hari pertama sekolah. Sejak pagi, Kepala Sekolah, para guru, dan seluruh pegawai berdiri di depan gerbang sekolah untuk menyambut setiap peserta didik yang datang. Dengan senyum, sapaan hangat, dan jabat tangan, mereka menciptakan suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan. Penyambutan ini menjadi simbol bahwa setiap peserta didik diterima sebagai bagian dari keluarga besar SMP Santo Yosef Belinyu serta diharapkan mampu memulai tahun ajaran baru dengan semangat, rasa aman, dan sukacita.
Kegiatan MPLS secara resmi dibuka melalui upacara sederhana yang berlangsung di halaman sekolah. Sebanyak 29 peserta didik baru hadir sebagai wajah-wajah baru yang akan melanjutkan perjalanan pendidikan di sekolah yang telah berdiri selama*68 tahun tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala SMP Santo Yosef Belinyu yang baru, Ferdinandus Andry Setyawan, S.E., mengajak seluruh peserta didik untuk menjadikan MPLS sebagai awal pembentukan karakter, bukan sekadar kegiatan pengenalan sekolah. Ia menegaskan bahwa tema MPLS tahun ini, “Generasi Santo Yosef: Sehat Jiwa dan Raga, Bijak di Dunia Maya,” mengandung pesan penting agar peserta didik mampu bertumbuh menjadi pribadi yang sehat secara fisik maupun mental, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital.

“Menjadi generasi Santo Yosef berarti memiliki karakter yang kuat, menghargai sesama, menjaga kesehatan tubuh dan pikiran, serta mampu menggunakan media sosial dan teknologi secara bijaksana. Dunia digital memberi banyak peluang, tetapi juga memiliki tantangan. Karena itu, kami ingin membentuk peserta didik yang cerdas, berkarakter, dan mampu menjadi teladan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya,” ungkapnya.
Usai upacara pembukaan, seluruh peserta didik baru diarahkan menuju ruang kelas untuk mengikuti berbagai materi pembekalan selama MPLS. Materi yang diberikan meliputi pengenalan lingkungan sekolah, budaya belajar, tata tertib, pendidikan karakter, literasi digital, hingga penguatan profil pelajar yang berintegritas.
Sementara itu, peserta didik kelas VIII dan IX tetap berada di lapangan sekolah untuk mengikuti kegiatan pembagian kelas sebagai persiapan memasuki proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru.
Ketua Panitia MPLS, Tarsisius Ramto Idong, S.Pd., yang akrab disapa Pak Tri, mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan MPLS dirancang agar peserta didik baru merasa nyaman, percaya diri, dan lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
“Kami ingin memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi adik-adik peserta didik baru. MPLS bukan lagi tentang perpeloncoan, tetapi menjadi ruang belajar yang ramah, edukatif, dan membangun karakter. Kami berharap setelah lima hari ini mereka semakin mengenal sekolah, memiliki teman baru, serta siap mengikuti proses pembelajaran dengan penuh semangat,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah Ferdinandus Andry Setyawan, S.E. berharap MPLS menjadi fondasi awal dalam membentuk budaya sekolah yang positif.
“Sekolah tidak hanya menjadi tempat mencari ilmu, tetapi juga tempat membentuk pribadi yang berkarakter, beriman, disiplin, peduli, dan mampu hidup berdampingan dengan perkembangan zaman. Kami ingin seluruh peserta didik merasakan bahwa SMP Santo Yosef adalah rumah kedua yang mendukung mereka untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang unggul.”
Melalui semangat kebersamaan yang ditunjukkan sejak hari pertama, SMP Santo Yosef Belinyu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepedulian, serta literasi digital yang sehat. Dengan dimulainya MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 ini, diharapkan lahir generasi Santo Yosef yang mampu berpikir cerdas, bertindak bijaksana, dan menjadi pribadi yang membawa dampak positif bagi keluarga, Gereja, masyarakat, dan bangsa.
Penulis: TIM HUMAS SMP SANTO YOSEF BELINYU
