
Menutup perjalanan Tahun Pelajaran 2025/2026, SMP Santo Yusup menyelenggarakan Kegiatan Refleksi dan Evaluasi Guru serta Karyawan yang berlangsung dalam suasana hangat, penuh makna, dan sarat nilai kebersamaan. Mengusung tema “Merajut Hati, Menguatkan Langkah: Dari Guru, untuk Guru, Bersama Menjadi Keluarga SMP Santo Yusup”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang evaluasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat solidaritas seluruh tenaga pendidik dan kependidikan.
Dipandu oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMP Santo Yusup, seluruh guru dan karyawan diajak melakukan perjalanan reflektif melalui tiga dinamika yang dirancang untuk menyentuh aspek profesional sekaligus personal. Refleksi ini menjadi pengingat bahwa sebelum mendidik orang lain, seorang pendidik juga perlu memberi ruang untuk mengenal, menerima, dan mengembangkan dirinya.
Kegiatan diawali dengan meditasi reflektif sebagai bentuk tilik diri. Dalam suasana yang tenang, seluruh peserta diajak berhenti sejenak dari rutinitas, melihat perjalanan selama satu tahun ajaran 2025/2026, mengenali setiap proses yang telah dilalui, serta mengucapkan terima kasih kepada diri sendiri atas setiap perjuangan, pengorbanan, dan dedikasi yang telah diberikan kepada peserta didik maupun sekolah. Momen ini menjadi kesempatan untuk menyadari bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan seorang guru memiliki arti besar dalam membentuk masa depan generasi muda.

Meditasi / Tilik Diri
Selanjutnya, seluruh guru dan karyawan mengikuti dinamika “Pohon Refleksi dan Harapan”. Melalui media pohon simbolis, setiap peserta menuliskan refleksinya pada daun-daun berwarna yang memiliki makna berbeda.
1. Daun berwarna biru berisi hal-hal yang paling dibanggakan dari pemberian diri selama melayani siswa maupun berkontribusi bagi SMP Santo Yusup.
2. Daun berwarna hijau menjadi ruang untuk menuliskan berbagai hal yang masih perlu diperbaiki sebagai bentuk evaluasi diri selama 1 tahun ajaran 2025/2026.
3. Daun berwarna oranye memuat harapan bagi perkembangan SMP Santo Yusup di masa mendatang, sekaligus komitmen pribadi mengenai bentuk pelayanan dan kontribusi yang ingin diberikan di tahun ajaran berikutnya.

created by InCollage
Melalui dinamika ini, setiap peserta belajar bahwa refleksi bukanlah mencari kesalahan, melainkan menemukan peluang untuk terus bertumbuh. Budaya evaluasi yang sehat akan melahirkan pendidik yang lebih terbuka terhadap perubahan, siap berkembang, serta mampu memberikan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas.
Puncak kegiatan berlangsung melalui dinamika “Surat untuk Rekan Sejawat”. Sebanyak 16 guru dan karyawan saling menuliskan surat secara bergantian sehingga setiap orang memperoleh 16 surat dari seluruh rekan kerjanya. Surat-surat tersebut berisi ungkapan apresiasi, pesan, kesan, motivasi, doa, serta harapan yang selama ini mungkin sulit disampaikan secara langsung.

Kegiatan refleksi ini menegaskan bahwa keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya dibangun oleh kompetensi akademik, tetapi juga oleh kekuatan hubungan antarmanusia di dalamnya. Ketika guru dan karyawan saling mendukung, menghargai, dan bertumbuh bersama, maka iklim sekolah yang positif akan tercipta dan berdampak langsung pada perkembangan peserta didik.
Melalui kegiatan ini, SMP Santo Yusup berharap budaya refleksi, evaluasi diri, dan saling menguatkan dapat terus menjadi bagian dari kehidupan sekolah. Sebab, guru yang terus belajar dan bertumbuh akan mampu menghadirkan pendidikan yang lebih bermakna, penuh kasih, dan menginspirasi.
PENULIS : AGNES RAMTI, S.Pd
