Home » Berlanjut Sejak 2019, YTK Perkuat Tata Kelola Keuangan di Wilayah Bangka Belitung

Berlanjut Sejak 2019, YTK Perkuat Tata Kelola Keuangan di Wilayah Bangka Belitung

oleh humas YTK

PANGKALPINANG, YTKNEWS.ID — “Duc in Altum“ Bertolaklah ke Tempat yang Dalam, menjadi semangat Yayasan Tunas Karya (YTK) dalam meningkatkan kompetensi pegawai sekaligus memperkuat tata kelola keuangan di lingkungan unit-unit sekolah dan asrama. Semangat tersebut diwujudkan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Keuangan Wilayah Kepulauan Bangka Belitung yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Agustus 2026, di Aula SMK Tunas Karya Pangkalpinang.

Kegiatan ini menjadi Diklat keuangan YTK pertama pada tahun 2026 dan diikuti oleh 54 peserta yang terdiri atas kepala unit asrama/kepala sekolah, tenaga tata usaha, serta tenaga sarana dan prasarana dari berbagai wilayah pelayanan YTK di Kepulauan Bangka Belitung. Narasumber Diklat dari pihak eksternal, yaitu bank Mandiri dan tim Sysnetsoft sedangkan pihak internal, yakni Bendahara YTK, Kadiv Harta Benda dan Keuangan (HBK), dan staf di HBK. Diklat yang dimulai pukul 10.00 WIB dibuka secara resmi oleh Ketua YTK RD. Servasius Samuel, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Kegiatan pembukaan dihadiri Ketua YTK, RD. Servasius Samuel, S.Psi., M.Psi., Psikolog; Sekretaris YTK, Kristiawan Tri Wardana, S.Pd.Ing.; Bendahara YTK, RD. Yudi Kristianto, M.M. Finance; anggota YTK, RD. Martinus Lejo da Silva, M.Pd. dan RD. Mitsiebenson Sitepu, M.Fil.; serta para kepala divisi YTK, yakni Kadiv HBK, Bi Lie, S.Akun.; Kadiv SDM dan Personalia, Frans, S.Pd., Ekop., M.M.; dan Kadiv Sekretariat, Humas dan Promosi Sekolah, Maria Sisca Innovani, S.Pd.

Bertolak ke Tempat yang Lebih Dalam

Ketua Panitia Diklat, Bi Lie, S.Akun., mengatakan peningkatan kompetensi merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola kepegawaian dan keuangan yang profesional.

Menurutnya, pegawai yang mendapat tanggung jawab dalam bidang administrasi dan keuangan membutuhkan pengetahuan serta keterampilan yang sesuai agar tugas dapat dilaksanakan secara tepat, tertib, dan bertanggung jawab.

“Kesempatan ini kita gunakan sebaik mungkin sebagai masa atau saat kita belajar bersama, sehingga tugas yang kita emban dapat dilengkapi dengan pengetahuan-pengetahuan yang diperlukan,” ujarnya.

Selain meningkatkan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab pengelolaan keuangan, Diklat tersebut menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman mengenai alur dan proses keuangan di lingkungan YTK.

Para peserta juga mendapat kesempatan berbagi pengalaman mengenai kendala yang ditemui dalam pelaksanaan tugas serta mencari solusi yang dapat diterapkan di unit kerja masing-masing. Melalui proses tersebut, Diklat diharapkan dapat mendorong standardisasi tata kelola keuangan di seluruh unit YTK.

Kompetensi Sesuai Tugas dan Tanggung Jawab

Ketua YTK, RD. Servasius Samuel, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa setiap bidang pekerjaan memiliki tuntutan kompetensi yang berbeda. Karena itu, pengembangan kompetensi sesuai tugas dan tanggung jawab menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola lembaga yang profesional.

Dalam pengelolaan keuangan, pengetahuan dan keterampilan yang memadai dibutuhkan agar seluruh proses dapat berjalan secara tepat, tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

RD. Samuel juga mengajak peserta tidak memandang Diklat hanya sebagai kegiatan pelatihan, tetapi sebagai kesempatan untuk membangun komunikasi, memperluas pemahaman, dan belajar dari pengalaman satu sama lain.

Duc in Altum” tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi juga menjadi ajakan bagi seluruh peserta untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan di lingkungan YTK.

Diikuti 54 Peserta dari Berbagai Wilayah Bangka Belitung

Diklat Keuangan YTK diikuti 54 peserta yang terdiri atas 30 kepala unit/kepala sekolah, 21 tenaga tata usaha, dan 3 tenaga sarana dan prasarana. Berdasarkan jenis kelamin, peserta terdiri atas 16 laki-laki dan 38 perempuan.

Peserta berasal dari berbagai wilayah unit kerja YTK, yakni Pangkalpinang 22 orang, Sungailiat 6 orang, Belinyu 5 orang, Mentok 5 orang, Parittiga 5 orang, Koba 2 orang, Toboali 3 orang, dan Belitung 6 orang.

Materi bagi tenaga sarana dan prasarana dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan pada hari berikutnya.

Seluruh biaya pelaksanaan Diklat ditanggung YTK sebagai bagian dari komitmen yayasan dalam mendukung pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

Dari Ruang Pelatihan ke Ruang Pelayanan

Pimpinan YTK berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama Diklat tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di setiap unit kerja.

RD. Samuel juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan. Menurutnya, persiapan yang dilakukan sejak jauh hari diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Diklat secara optimal.

“Semoga proses ini dapat diikuti dengan baik. Kita berharap selama kegiatan ini kita semua senantiasa disertai kesehatan yang baik,” ungkap RD. Samuel.

Melalui Diklat Keuangan tersebut, YTK menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan memperkuat tata kelola lembaga. Semangat Duc in Altum diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh pimpinan dan pegawai unit YTK untuk terus belajar, bertumbuh, dan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan secara profesional dan bertanggung jawab.  (da silva, pr)

Anda mungkin juga suka