Home » Kuasai Uraian Jabatan, Pegawai Yayasan Tunas Karya Ikuti Diklat Pegawai Tidak Tetap

Kuasai Uraian Jabatan, Pegawai Yayasan Tunas Karya Ikuti Diklat Pegawai Tidak Tetap

oleh humas YTK

Pangkalpinang, YTKNews.id — Hari kedua Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pegawai Tidak Tetap (PTT) Angkatan VIII Yayasan Tunas Karya (YTK) berjalan lancar dan diikuti peserta dengan antusias. Jumat (11/09/2026) pagi, beberapa peserta memulai hari dengan sarapan bersama di kantin SMK Tunas Karya, tempat diklat diselenggarakan. Diklat kali ini diikuti oleh kepala sekolah, guru, tenaga tata usaha, pustakawan, pramusaji, hingga satpam.

Agenda hari kedua dilaksanakan dengan susunan acara yang telah disiapkan panitia.. Dengan penuh semangat, dua narasumber menyiapkan materi mengenai uraian jabatan. Sesi pertama dimulai dengan pengantar yang mengajak para peserta berpikir kritis mengenai bagian yang terpenting dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Kemudian, penjelasan berlanjut secara lebih spesifik mengenai uraian jabatan guru dan satpam yang dipresentasikan oleh Adrick Bernardy, S.Pd.Ing. selaku Pengurus YTK. Ia pun menceritakan berbagai pengalamannya selama menjadi guru yang berinteraksi dengan murid untuk menguatkan para guru peserta diklat. Selain itu, Adrick memberikan penjelasan mengenai proses penerimaan pegawai hingga masa pensiun. Narasumber juga membahas proses pengangkatan pegawai yang berlaku, termasuk proses penilaiannya.

Dalam sesi kedua, uraian jabatan yang lebih spesifik mengenai pramusaji, tenaga tata usaha dan pustakawan dipresentasikan oleh Siprianus S, S.Ag. Ia menguatkan para peserta dengan menyampaikan bahwa bidang Pendidikan merupakan ruang bagi anak untuk bertumbuh.

Siprianus berpesan, “Ketika Suster, Bapak, Ibu memillih untuk ambil bagian dalam lingkup pendidikan, sekolah adalah ruang untuk anak belajar.” Oleh karena itu, Ia menekankan bahwa siapapun yang berkarya di bidang pendidikan turut menjadi bagian dari ruang tempat anak bertumbuh dan berkembang apa pun jabatan yang diemban oleh suster, bapak maupun ibu.

Bekerja di unit Pendidikan berarti memberikan diri sebagai pelayan. “Kita seperti hamba, seperti pelayan, dan yang kita layani adalah murid”, ungkap Siprianus.

Kontributor : Tim Humas YTK

Anda mungkin juga suka