Pangkalpinang, YTKNews.id — Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Keuangan Yayasan Tunas Karya (YTK) memasuki hari kedua pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pada hari kedua ini, para peserta mempelajari sekaligus mempraktikkan Sistem Akuntansi Keuangan (SAK) 4.0, sebuah sistem berbasis digital yang membantu mengintegrasikan pengelolaan keuangan, aset, dan pengadaan secara lebih tertib, efisien, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB di Aula SMK Tunas Karya ini diikuti oleh para kepala sekolah, kepala unit asrama, tenaga tata usaha, serta tenaga sarana dan prasarana. Pelatihan didampingi langsung oleh Tim Sysnetsoft.
Bendahara YTK, RD. Yudi Kristianto, M.M. Finance, menjelaskan bahwa pelatihan SAK 4.0 bertujuan agar setiap sekolah dan unit asrama mampu melakukan inventarisasi aset serta mencatat pengadaan barang secara lebih tertib dan sistematis.
“Dengan sistem ini, seluruh aset dan pengadaan barang di masing-masing unit dapat diketahui oleh pihak Yayasan. Hal ini akan mempermudah Pengurus Yayasan dalam melakukan audit dan supervisi,” jelas RD. Yudi.
Menurutnya, penerapan SAK 4.0 juga memberikan manfaat jangka panjang dalam pemantauan kondisi dan nilai aset yang dimiliki setiap unit. Yayasan akan lebih mudah mengetahui aset-aset yang mengalami penyusutan sehingga pengelolaan dan pelaporan aset dapat dilakukan secara lebih akurat.
“Ke depan, Yayasan akan lebih mudah mengetahui aset apa saja yang dimiliki oleh setiap unit, termasuk aset yang mengalami penyusutan. Dengan demikian, pengelolaan aset dapat dilakukan secara lebih tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.


Sejak pagi, peserta mendapatkan materi mengenai modul aset dan pengadaan yang disampaikan oleh Tim Sysnetsoft. Materi diawali dengan penjelasan mengenai fungsi, alur kerja, serta penggunaan modul dalam mendukung pengelolaan aset dan proses pengadaan di masing-masing unit karya.
Namun, pelatihan kali ini tidak hanya diisi dengan pemaparan materi. Peserta langsung diajak mempraktikkan penggunaan modul aset dan pengadaan sehingga dapat memahami secara konkret penerapannya dalam pekerjaan administrasi sehari-hari.
Salah satu praktik yang dilakukan adalah pengisian database aset dan perlengkapan yang terdapat di masing-masing sekolah dan unit asrama. Para kepala sekolah dan kepala unit asrama secara langsung memasukkan data aset yang dimiliki unit kerja mereka.
Dalam proses tersebut, peserta berdiskusi dan mendapatkan bimbingan dari Tim Sysnetsoft. Mereka tampak teliti dalam memastikan data aset dan perlengkapan yang dimasukkan sesuai dengan kondisi serta pencatatan yang ada di unit masing-masing.
Metode praktik langsung membuat suasana pelatihan menjadi lebih interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mencoba sendiri bagaimana sistem digunakan serta memahami berbagai hal teknis yang berkaitan dengan pengelolaan aset dan pengadaan.
Selama praktik berlangsung, Tim Sysnetsoft memberikan pendampingan terhadap berbagai pertanyaan maupun kendala teknis yang muncul. Pendampingan tersebut membantu peserta semakin memahami alur penggunaan sistem dan cara menerapkannya secara tepat dalam pekerjaan mereka.
Melalui pelatihan ini, YTK tidak hanya mendorong peningkatan kemampuan teknis para pengelola administrasi, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih tertib, akurat, efektif, transparan, dan akuntabel.
Diklat Keuangan ini menjadi bagian dari komitmen YTK untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat tata kelola keuangan dan administrasi di seluruh unit kerja.
Dengan penguasaan sistem yang semakin baik, diharapkan pengelolaan aset dan pengadaan di lingkungan YTK dapat dilakukan secara lebih sistematis, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. (da Silva, pr)
