BATAM, YTKnews.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam sukses menggelar acara sosialisasi pengelolaan sampah pada Kamis, 27 Agustus 2026 di GOR SMP Yos Sudarso, Kecamatan Batam Kota. Kegiatan yang dihadiri oleh 100 peserta perwakilan SMP se-Kecamatan Batam Kota ini berlangsung dengan lancar dan tanpa kendala.
Acara diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMP Yos Sudarso Batam Kota, Kristian Sansum, S.Fil., serta sambutan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Dohar M. Hasibuan, S.T., M.T. Dalam sambutannya, Kepala DLH mengapresiasi sinergi seluruh pihak dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong aksi nyata pengurangan sampah di tingkat sekolah. Sementara itu, Kepala SMP Yos Sudarso selaku tuan rumah menyambut hangat kegiatan ini dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung pembentukan karakter siswa yang berwawasan lingkungan.
Dalam pemaparannya, Penelaah Teknis Kebijakan DLH Kota Batam, Ayu Dwi Kuntari, menekankan pentingnya mewujudkan sekolah ramah lingkungan guna menanamkan karakter peduli lingkungan kepada para murid sejak dini. “Urgensi pengelolaan ini makin mendesak mengingat timbulan sampah yang dihasilkan oleh setiap individu dapat mencapai 0,9 kg per hari. Tanpa penanganan yang tepat, penumpukan limbah berpotensi memicu berbagai dampak buruk seperti banjir, pencemaran udara, hingga timbulnya penyakit,” ucapnya.

Sebagai langkah penanggulangan, masyarakat diajak menerapkan prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace) serta mengolah sampah organik secara mandiri. Salah satu solusi praktis yang dipaparkan adalah pembuatan eco-enzyme, yaitu cairan alami hasil fermentasi sampah organik. Dalam kegiatan sosialisasi, Dinas Lingkungan Hidup mengajak peserta untuk membuat eco–enzyme. Seluruh bahan yang digunakan dalam praktik telah disediakan oleh pihak DLH, para murid tampak antusias ikut terlibat aktif dalam proses pembuatannya.
Bahan yang dibutuhkan untuk membuat eco-enzyme menggunakan rumus perbandingan 1 : 3 : 10, yang terdiri dari 1 bagian molase atau gula merah, 3 bagian sampah sisa buah atau sayuran segar, dan 10 bagian air. Pembuatan eco-enzym dimulai atas mencampurkan air dan gula merah ke dalam wadah plastik bertutup rapat, lalu memasukkan potongan sisa buah atau sayuran segar (tidak busuk) ke dalam larutan tersebut dan mengaduknya hingga rata. Setelah wadah ditutup rapat, simpan di tempat yang sejuk serta terhindar dari sinar matahari langsung, sembari membuka tutupnya secara berkala pada minggu-minggu awal untuk membuang gas fermentasi. Proses fermentasi ini didiamkan selama kurang lebih 3 bulan hingga cairan Eco-Enzyme siap dipanen dan dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan harapan besar agar seluruh materi dan praktik yang telah diberikan tidak berhenti di dalam ruangan GOR saja. Melalui kolaborasi ini, para peserta yang terdiri dari guru dan murid diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memotivasi kebiasaan untuk memilah sampah serta mengolah limbah organik di lingkungan sekolah maupun rumah tangga masing-masing, sehingga komitmen bersama menuju Kota Batam yang lebih bersih, hijau, dan bebas sampah dapat terwujud secara berkelanjutan.
Kontributor : Amey
