Home » SD Hilarius Perkuat Pembelajaran yang Berpihak pada Kebutuhan Murid melalui LKPD Mandiri

SD Hilarius Perkuat Pembelajaran yang Berpihak pada Kebutuhan Murid melalui LKPD Mandiri

oleh humas YTK

Parittiga, YTKNews.id — Program supervisi pembelajaran di SD Hilarius mulai bergulir pekan ini. Pada Rabu (2/9), Mr. Olan, wali kelas IV A, mendapat giliran pertama untuk mengikuti supervisi pembelajaran.

Dalam mempersiapkan proses pembelajaran, para guru merancang Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) secara mandiri dengan memanfaatkan berbagai platform digital. Langkah ini menjadi salah satu upaya SD Hilarius untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik murid.

Penyusunan LKPD secara mandiri dipandang mampu menjawab tantangan keberagaman potensi dan kebutuhan belajar murid yang tidak selalu dapat terakomodasi melalui materi cetakan yang bersifat umum.

Penyusunan LKPD mandiri telah menjadi salah satu program yang dikembangkan di SD Hilarius. Keunggulan utamanya terletak pada fleksibilitas dan kesesuaiannya dengan konteks pembelajaran. Berbeda dengan LKS umum yang bersifat generik, LKPD yang dirancang oleh guru dapat disesuaikan dengan tingkat pemahaman murid, kondisi nyata di kelas, serta lingkungan sosial dan budaya di sekitar sekolah.

Dengan demikian, materi pembelajaran dapat menjadi lebih relevan dan mudah dipahami oleh murid. LKPD mandiri juga memungkinkan guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan lebih baik karena aktivitas dan materi dapat disesuaikan dengan kemampuan serta kebutuhan belajar murid yang beragam.

Selain itu, penggunaan LKPD mandiri diharapkan dapat membantu mengurangi kebutuhan akan buku latihan tambahan. Proses penyusunannya juga menjadi sarana bagi guru untuk terus mengembangkan kreativitas dan kompetensi profesional, khususnya dalam merancang media pembelajaran berbasis digital.

“LKPD yang ideal bukan sekadar kumpulan soal latihan, melainkan panduan aktivitas yang mendorong murid untuk berpikir kritis, aktif, dan mampu bekerja sama. Dengan menyusun materi secara mandiri, guru tidak hanya menjadi pelaksana kurikulum, tetapi juga perancang pengalaman belajar yang aktif dan adaptif,” ujar Yohanes, salah seorang pendidik di SD Hilarius.

Melalui konsistensi dalam merancang dan menggunakan LKPD mandiri, SD Hilarius optimistis dapat terus memperkuat kualitas pembelajaran. Upaya ini diharapkan semakin membantu guru menghadirkan proses pendidikan yang berangkat dari pemahaman terhadap kebutuhan setiap murid di dalam kelas.

Kontributor: Yohanes A. Riawan

 

Anda mungkin juga suka