Pangkalpinang, YTKnews.id — SMP Santa Theresia kembali menghidupi kegiatan ekstrakurikuler di bidang kecakapan hidup melalui Ekstrakurikuler Tata Boga. Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat ini menjadi salah satu wadah bagi para murid untuk belajar, mencoba, dan mengembangkan keterampilan yang dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Ekstrakurikuler Tata Boga tidak hanya sekadar mengajak murid untuk belajar memasak. Lebih dari itu, setiap proses yang dilakukan menjadi kesempatan bagi mereka untuk melatih kemandirian, kreativitas, ketelitian, kerja sama, tanggung jawab, serta keberanian untuk mencoba hal-hal baru.
Dalam pelaksanaannya, para murid terlibat langsung, mulai dari mengenal bahan dan peralatan, mempersiapkan kebutuhan memasak, mengikuti tahapan pembuatan makanan, hingga melihat dan mengevaluasi hasil olahan mereka sendiri. Dengan demikian, murid tidak hanya mengetahui sebuah makanan ketika sudah tersaji, tetapi juga memahami proses yang harus dilalui untuk menghasilkan suatu hidangan.
Tabe Ida Silaban, selaku pembina Ekstrakurikuler Tata Boga, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan semata-mata menghasilkan makanan yang enak, melainkan menjadi bagian dari proses pengembangan diri murid. Melalui kegiatan yang dilakukan secara bertahap, para murid diharapkan semakin percaya diri terhadap kemampuan yang mereka miliki. Mereka juga belajar bahwa keterampilan dapat berkembang melalui kemauan untuk mencoba, berlatih, bekerja sama, dan belajar dari setiap proses.
Selama beberapa pertemuan yang telah berlangsung, para murid telah mencoba membuat berbagai olahan sederhana dan menarik, seperti onde-onde, dadar gulung, hingga nasi goreng sederhana, serta masakan kuliner lainnya. Menu-menu tersebut dipilih agar murid dapat mengenal beragam teknik dasar pengolahan makanan sekaligus memahami bahwa hidangan yang mereka jumpai sehari-hari membutuhkan proses, ketelitian, dan kreativitas dalam pembuatannya.
Suasana kegiatan pun menjadi semakin menarik ketika para murid dapat menikmati hasil olahan yang mereka buat sendiri. Ada kebanggaan tersendiri ketika bahan-bahan sederhana yang awalnya dipersiapkan bersama akhirnya dapat berubah menjadi makanan yang siap disajikan dan dinikmati.
Kehadiran Ekstrakurikuler Tata Boga menjadi bagian dari komitmen SMP Santa Theresia dalam memberikan ruang pendidikan yang tidak terbatas pada pembelajaran di dalam kelas. Sekolah juga mendorong murid untuk menemukan dan mengembangkan berbagai potensi melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan nyata.
Melalui ekstrakurikuler ini, keterampilan memasak menjadi pintu masuk untuk menanamkan berbagai kecakapan hidup. Murid belajar bahwa proses yang baik membutuhkan kesabaran, ketekunan, kreativitas, kebersihan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Ekstrakurikuler Tata Boga diharapkan terus berkembang dengan berbagai menu dan pengalaman belajar baru. Bukan sekadar tentang apa yang dimasak hari ini, tetapi tentang keterampilan apa yang dipelajari dan nilai apa yang dibawa pulang oleh setiap murid setelah kegiatan berakhir.
Sebab, melalui hal-hal sederhana seperti menyiapkan bahan, mengolah makanan, bekerja bersama, hingga menyajikan hasil karya sendiri, SMP Santa Theresia percaya bahwa murid sedang belajar satu hal yang jauh lebih besar, yaitu menjadi pribadi yang mandiri, terampil, kreatif, dan siap menghadapi kehidupan.
Kontributor: Findi Xaverius
