Home » Kenalilah Dirimu Sendiri

Kenalilah Dirimu Sendiri

oleh admin

Foto : Agus Sekti Susila, Kepala SMP Yos Sudarso

Batam, YTKNews.id– Mengenal dunia orang muda sangat menarik untuk disimak. Mengapa demikian karena anak muda adalah tulang punggung masa depan. Dari semangat anak muda akan muncul gagasan-gagasan baru yang mendorong pada perubahan hidup yang lebih menantang, menantang dalam hal ini adalah adanya sebuah gerakan akan kemajuan dalam segala aspek kehidupan.

Hidup ini haruslah berubah dan terus berbenah, dengan adanya hal itu maka dunia menunjukkan arus gerak yang mengantar pada tatanan semangat pembaharuan, yang jika ingin membawa tatanan perubahan yang akan dicapai, maka orang muda harus mengenal dirinya sendiri. Dengan mengenal dirinya sendiri maka seseorang akan tahu kemana ia akan berbuat baik bagi banyak orang.

Tokoh besar seperti Socrates pernah mengatakan bahwa ‘Manusia mempunyai diri yang nyata dan harus ditemukan dan dikenali oleh dirinya sendiri. Kebahagiaan yang nyata terdapat dalam pengenalan akan diri yang nyata itu. Dengan mengenal diri sendiri maka manusia akan mengetahui bagaimana sebaiknya berbuat. Kehidupan yang tidak layak adalah kehidupan yang tidak disyukuri’.

Bahkan secara keras Socrates mengatakan bahwa ‘Pengetahuan dapat dipelajari melalui debat dan diskusi tetapi pengetahuan yang nyata mengenai esensi hidup harus dicapai dengan pengenalan diri’.

Melihat hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa titik berat dari tingkat keberhasilan hidup anak muda adalah bagaimana anak muda itu mengenal dan memanfaatkan jati dirinya. Jika hal tersebut dapat dipegang maka kebahagiaan dan kepuasan hidup akan dibawa sampai mati.

Kekayaan, jabatan, dan kehormatan bukan menjadi tujuan hidup Socrates, tetapi kualitas dari kenyataan yang ditampilkan oleh manusia itu sendiri yang menjadi penting.

Memang tak bisa dipungkiri bahwa tatanan sosial kita selalu diukur oleh seberapa kaya kita menumpuk harta, seberapa tinggi tingkat jabatan kita, seberapa banyak omongan kita tentang kesucian dunia, seberapa luas jasa yang telah dilakukan pada khalayak umum. Tetapi perlu diingat bahwa semua akan tidak berarti jika hal itu dilandasi dengan niat yang tidak sejalan dengan nurani pribadi.

Ada kisah seorang nenek yang mengumpulkan uang dari mengais-ngais harta di tempat sampah dan hasil kerjanya digunakan untuk hidup dan sebagian penghasilannya dikumpulkan untuk membeli seekor domba jantan, domba jantan itu dibelinya dan disumbangkan untuk menyambut hari raya kurban. Domba jantan sebagai simbol pengabdian tulus agar sesamanya ingat akan sejarah iman kepada Tuhan yang telah memberi kepercayaan agar mengenal diriNya.

Ditengah penderitaan yang dilihat oleh kaca mata orang banyak, sang nenek mampu menggugah dunia bahwa inti dari kebahagiaan hidup adalah Berbagi Dengan Tulus. Semangat ini dimiliki olehnya karana sang nenek tahu siapa dirinya yang sebenarnya.

Terkadang kita semua heran atas apa yang terjadi jika kita membaca sejarah masa lalu para filsuf dunia. Hidup mereka penuh dengan penderitaan dan tekanan, tetapi mereka mampu menorehkan tatanan nilai kehidupan yang tiada tara bagi generasi muda masa berikutnya.

Kematian Socrates yang tragis dengan meminun racun pohon pinus diahkir hidupnya sebagai bentuk kebebasan hidup atas konspirasi pengadilan di Athena Yunani. Kesalahannya bersumber dari anggapan masyarakat Yunani bahwa Socrates menolak adanya dewa-dewa, namun pada dasarnya bahwa dibalik itu semua Socrates dianggap menentang kekuasaan Athena.

Kematiannya dijalani dengan kerelaan bahkan proses kematiannya dirasakan dengan jelas dari rasa dingin yang ditimbulkan oleh racun yang menjalar dari ujung kaki sampai ke jantung.

Baginya, kematian adalah jalan adanya perubahan tatanan hidup, kematian adalah obat bagi dirinya, dan semangatnya telah membangun pengembangan logika formal dan etika sistematis melalui Renaissance (kelahiran kembali) dan ke Era Modern. Dan semangat ini yang mengilhami adanya pergerakan kebudayaan para intelek di Daratan Eropa pada abad pertengahan.

Semangat hidup akan terbentuk jika seseorang mampu mengenali siapa ia sebenarnya. Pengenalan diri secara otentik akan mengakibatkan benturan pada tatanan hidup yang terkadang tidak umum, tetapi dengan mengenali diri secara mendalam akan mengakibatkan keberanian untuk berkorban demi tata nilai yang lebih dalam.

Socrates dan Sang Nenek adalah gambaran kecil dari sisi dunia ini, dan gambaran nyata ini adalah bukti akan kebenaran dari hati nurani itu sendiri.

Agus Sekti Susila, Kepala SMP Yos Sudarso

(JnP/YTKNews.id)

Anda mungkin juga suka

1 komentar

V. Titik Rohayati Agustus 27, 2021 - 9:34 am

Tulisannya sangat bagus, reflektif dan inspiratif… Saya sangat suka membaca tulisan pak Agus.. tetap semangat pak Agus teruslah berkarya melalui goresan tinta dan tulisannya

Balas

Tinggalkan Komentar

* Dengan menggunakan formulir ini Anda setuju dengan penyimpanan dan penanganan data Anda oleh situs web ini.