Pangkalpinang, YTKNews.id — SMP Santa Theresia Pangkal Pinang mengadakan kegiatan edukatif bertema lingkungan melalui kegiatan kokurikuler. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran murid terhadap pentingnya pengelolaan sampah serta membangun kebiasaan hidup ramah lingkungan sejak dini.
Khusus kelas VII, rangkaian kegiatan kokurikuler ini diisi dengan kegiatan audit sampah di lingkungan sekolah guna mengamati sekaligus mengumpulkan berbagai jenis sampah yang ditemukan di area sekitar. Murid melihat secara langsung jenis-jenis sampah yang paling banyak dihasilkan di lingkungan sekolah, seperti sampah plastik, kertas, dan sisa makanan.
Setelah melakukan audit sampah, murid kembali ke depan kelas untuk melakukan proses pemilahan sampah dengan bimbingan guru. Tidak hanya praktik langsung, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan diskusi kritis di kelas melalui berbagai pertanyaan, seperti analisis jenis sampah yang paling banyak dihasilkan di kantin, dilema penggunaan plastik, hingga pentingnya pemilahan sampah.

“Melalui audit sampah ini, kita ingin anak-anak menyadari bahwa sampah bukan sekadar benda yang dibuang lalu hilang. Mereka harus melihat sendiri berapa banyak plastik yang kita hasilkan, titik mana di area sekolah ini yang menjadi tempat penumpukan sampah, dan bagaimana cara bertanggung jawab atas sampah-sampah tersebut,” ujar Tabe Ida Silaban, selaku koordinator kokurikuler.
“Harapannya, setelah audit sampah ini, mereka menjadi lebih sadar untuk bisa menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan membuang sampah pada tempatnya dan meminimalisir produksi sampah itu sendiri dengan cara membawa kotak makan, tumbler atau botol sendiri dari rumah.” tambahnya dengan penuh harap.
Adapun lanjutan dari audit dan diskusi yang sudah dilakukan, tim kokurikuler kelas VII merancang “Eco Mission Adventure” sebagai wadah bagi murid kelas VII untuk berbagi pengetahuan, mengekspresikan kreativitas, sekaligus memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan. Dari kelas VII A – E mendapat tema pembahasan yang berbeda. Tema Detektif Sampah untuk kelas VII A, Pemetaan Sampah untuk kelas VII B, Dampak Sampah untuk kelas VII C, Solusi Lingkungan untuk kelas VII D, dan Kampanye Kebersihan untuk kelas VII E.
Teknis dari kegiatan edukatif ini adalah setiap kelas memilih satu kelompok sebagai presenter yang bertugas memaparkan materi sesuai tema yang diperoleh dan kelompok yang lain akan main ke kelas sebelah untuk mendengarkan materi yang berbeda dari kelasnya. Setiap satu jam pelajaran, kelompok main akan bergeser ke kelas selanjutnya dan kelompok presenter akan mendapatkan tamu yang berbeda sampai semua kelas mendapatkan lima materi yang berbeda.

Saat pelaksanaan Eco Mission Adventure, terlihat kelompok presenter memaknai tugas mereka dalam mengedukasi tentang masalah sampah. Tak mau kalah, para kelompok main rutin memberikan pertanyaan yang sesuai dengan materi dan tak kalah menariknya kelompok presenter juga menyiapkan game edukatif seperti mencocokkan sampah dengan kategorinya dan menebak sampah berdasarkan ciri-cirinya. Hal ini dipandang baik dalam menumbuhkan pengetahuan awal untuk murid melakukan pemilahan sampah selanjutnya.
“Kami ingin membuat anak-anak mengambil peran yang lebih banyak. Tentunya dengan arahan dari guru. Biarkan mereka membagikan ilmunya sendiri kepada teman-teman yang lain dengan harapan nantinya mereka terbiasa saling mengedukasi terkait daruratnya masalah sampah ini.” ujar Stefanus Prima, bagian dari tim kokurikuler kelas VII.
Kegiatan kokurikuler ini menjadi bukti komitmen SMP Santa Theresia Pangkal Pinang dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan. Dengan membekali murid melalui praktik audit, diskusi kritis, hingga kampanye antar-kelas, sekolah tidak hanya mengajarkan cara memilah sampah, namun sedang menanamkan benih tanggung jawab yang akan terus dibawa para murid hingga mereka dewasa nanti.
Kontributor: Theresia Feby
