Pangkalpinang, YTKNews.id – Tim basket putra SMP Santa Theresia berhasil meraih juara 2 dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota Pangkalpinang yang diselenggarakan pada 21-24 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai sekolah dan menjadi ajang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang olahraga.
Selama pertandingan, tim basket SMP Santa Theresia tampil dengan penuh semangat dan kerja sama yang baik. Tim putra bermain dengan semaksimal mungkin disetiap laga hingga akhirnya berhasil mengamankan posisi runner-up.
Persiapan menuju POPDA dilakukan secara intens. Latihan yang biasanya dilakukan dua kali seminggu ditingkatkan menjadi setiap hari selama satu minggu sebelum pertandingan. Latihan juga dilakukan setelah pulang sekolah maupun menjelang jam pulang untuk memaksimalkan kesiapan tim.

Pembina tim basket, Florensius Kevin Arista, menyampaikan bahwa semangat juang para pemain menjadi salah satu kunci utama dalam pertandingan. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti rasa gugup saat bermain serta penyelesaian akhir dan lemparan bebas free throw yang belum selalu menghasilkan poin.
“Anak-anak sudah bermain dengan semangat yang tinggi, tetapi masih perlu lebih tenang dan fokus saat menyelesaikan peluang,” tuturnya.
Selanjutnya tim ini diharapkan bisa berlatih lebih rutin dan juga menambah pengalaman dengan mengikuti latihan di luar sekolah, seperti di klub atau akademi basket. Selain itu, regenerasi pemain juga menjadi perhatian karena sebagian besar anggota tim saat ini merupakan siswa kelas IX.

Sebagai siswa kelas IX, kompetisi ini menjadi momen spesial karena merupakan penampilan terakhir mereka membawa nama SMP Santa Theresia. Semangat dan perjuangan yang ditunjukkan menjadi bentuk kebanggaan sekaligus inspirasi bagi adik kelas untuk melanjutkan prestasi tim.
Dengan pencapaian ini, diharapkan tim basket SMP Santa Theresia bisa terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih baik lagi dikompetisi berikutnya.
“Sangat senang dan bangga bisa meraih juara 2 popda tingkat kota, karena kemungkinan ini adalah tanding terakhir untuk temen temen yang kelas 9.” Ungkap Jovinno, salah satu pemain yang kini kelas IX.

“Kami agak kesulitan saat bermain 5 vs 5, saya juga belajar untuk mengatur emosi dan mental down apalagi ketika score sudah tertinggal yang membuat saya tidak fokus untuk bermain. Sehingga kami perlu lagi meningkatkan komunikasi sesame tim dan menanamkan jiwa fighting spirit. Cara kami untuk memperbaikinya adalah dengan saling menyemangati satu sama lain serta tidak memarahi teman saat teman melakukan kesalahan.” tambahnya penuh semangat.
Lahirnya konsistensi semangat ini rupanya juga lahir dari dukungan orangtua dan peran aktiv orangtua untuk menyaksikan pertandingan. Hal ini menjadi momen istimewa baji Jovinno.
“Utuk teman-teman atau adik kelas yang akan berkesempatan mengikuti popda di 2 tahun yang akan datang, tetap semangat dan rajin latihan, usahakan masuk final karna santher putra di popda sudah final 4 berturut. Semangat terus dan sukses.” pungkasnya. (san)
Jurnalis: Nero dan Shelomeita Tim Jurnalistik
